SMARTPARENT.ID ”Jangan main pasir, nanti tanganmu kotor!” mungkin kalimat seperti ini yang akan keluar dari mulut kita ketika melihat si kecil sedang main pasir. Pasalnya, dalam bayangan kita, pasir itu kotor dan banyak kuman sehingga harus dijauhi dari anak-anak. Padahal, di sisi lain, pasir bisa jadi sarana yang sangat bermanfaat untuk anak menambah stimulus baik pengetahuan maupun sensorisnya. Apalagi, banyak anak sangat menyukai bentuk dan kontur pasir yang terasa halus membuat stimulus berjalan lebih baik.
Baca Juga: Anak Boleh Minum Susu, Tetap Anak Perlu Asupan Nutrisi yang Lain
Bermain Pasir Dan Hujan-Hujanan
Sesekali atau mungkin seringkali kita perlu mengizinkan anak untuk bermain dengan hal-hal yang biasanya kita larang, seperti bermain pasir, main air, main hujan-hujanan, panjat pohon, naik turun kursi, koprol, dan sebagainya. Hal ini akan membuat anak merasakan pengalaman baru yang mungkin tidak bisa didapatnya lewat aktivitas lain. Selain itu, anak merasa bahwa dia tidak selamanya hidup dalam kekangan yang sama sekali tidakboleh mencoba hal-hal yang mungkin sangat menarik perhatiannya.
Aktivitas ini pun dapat menumbuhkan rasa percaya diri anak terhadap lingkungannya. Atau bagi anak yang memiliki energi berlebih, aktivitas ini bisa sebagai penyaluran tenaga yang mungkin kalau tidak tersalurkan akan berbentuk ke hal lain, perilaku sangat aktif misalnya.
Dengan beberapa permainan di atas pun akan membuat anak ketemu langsung dengan alam yang ada di dekatnya. Hal ini didukung oleh pendapat para pakar yang membuat pernyataan bahwa anak harus dikenalkan dan didekatkan dengan alam. Apalagi banyak anak, terutama yang dikota-kota besar, lebih dekat dengan mainan-mainan elektronik.
Baca Juga: Si Kecil Ketagihan Susu Formula? Ini Penyebabnya Moms
1. Senangnya Bermain Pasir
Dengan bermain pasir, anak diberi kesempatan untuk melakukan eksplorasi kepada satu bentuk yang lain dari sebelumnya. Pertama, anak mendapat sebuah pengalaman yang secara tidak langsung memberikan stimulus kepadanya untuk lebih mencintai alam. Kedua, anak juga distimulasi untuk meningkatkan kemampuan sensorisnya. Pasir kan punya rasa tersendiri bila kita menginjak atau memegangnya, inilah yang membuat stimulasi yang berbeda.
Di banyak sekolah sekarang anak batita sengaja diajak untuk menginjak atau memegang pasir, air hangat, air dingin, sehingga dia dapat merasakan sendiri. Ini untuk menstimulus sensorisnya sehingga dia dapat mengetahui kondisi alam di lingkungannya. Pada akhirnya dia akan menjadi anak yang suka bereksplorasi, tidak takut, percaya diri.
Ketiga, mungkin di antara pasir ada kuman yang terselip. Hal ini akan membantu anak untuk meningkatkan daya imun terhadap penyakit karena dia sudah mengalami paparan kuman langsung ke tubuhnya sehingga lambat laun menjadi biasa. Pada anak yang terlalu diprotek pada akhirnya dia akan menjadi anak yang sensitif terhadap penyakit.
Selain itu, anak yang tidak pernah diberi kesempatan untuk bermain dengan pasir, dia tidak pernah punya pengalamanan terhadap eksplorasi pasir, mungkin ketika menginjak pasir akan akan merasa geli, yang pada akhirnya stimulus tidak didapat sama sekali. Akhirnya, pada saat besar nanti mungkin dia menjadi anak pemilih kemudian takut salah, takut mencoba hal baru, tidak percaya diri, dan sebagainya.
Tentu, meskipun kita perlu memberikan kebebasan kepada anak-anak untuk bereksplorasi dengan alam, kita juga harus memperhatikan segi keamanannya. Kita pastikan pasir aman, baik dari beling ataupun kotoran. Rumput juga, aman dari batu-batuan yang tajam yang mungkin akan melukai kaki anak. Kolam air pun demikian, harus bersih dan tidak ada zat-zat berbahaya bila saja tanpa sengaja airnya terminum. Kebersihan harus jadi nomor satu sebelum kita memberikan keleluasaan kepada anak untuk bereksplorasi.
Agar manfaat semakin bertambah, kita pun perlu memberikan warning kepada anak ketika mereka akan bermain, misalnya dengan mengatakan “Boleh main pasir tapi tidak boleh dilempar-lempar atau dimasukkan ke mulut,” atau “Boleh main air di kolam tapi hati-hati tempatnya licin,” misalnya. Sehingga anak bisa menerima semacam cautions and effect. Kenapa dia tidak boleh melempar-lempar pasir? Karena dikhawatirkan akan menyakiti orang lain bila pasir tersebut mengenai mata atau kalau tidak hati-hati di pinggir kolam anak akan terjatuh. Pasalnya, bila kita tidak memberi warning, kemudian mata anak kemasukkan pasir atay terjatuh di pinggir kolam mungkin anak akan mengalami trauma sehingga anak tidak mau lagi main pasir/air. Jadi kita harus sangat memperhatikan segi kemanan ketika anak akan main di bak pasir atau di kolam.