SMARTPARENT.ID “Mama minta susu!” pinta Radit sambil menyaksikan tayangan Disney Junior di televisi. Ia sama sekali tidak menoleh sedikit ke mamanya, matanya terus melihat ke Televisi. Ketika mamanya tak menyahut, Radit mengulangi lagi permintaannya. “Aku mau susu!” dengan suara lebih keras.
Baca Juga: Cek Yuk Moms, Apakah Batita Kita Telat Berbicara
Mama tak bisa menolak. Ia pun membuatkan susu buat Radit. Ia juga seperti tak berdaya karena setiap kali Radit meminta susu harus selalu dikabulkan. “Seperti sudah ketagihan!” ucap Mama dalam hati.
Rasanya Gurih dan Manis Bikin Ketagihan
Susu formula memiliki kandungan gizi yang sangat baik untuk mendukung pertumbuhan fisik dan kecerdasan anak. Bahkan ada yang mengklaim bahwa kandungannya sudah bisa mendekati ASI. Kandungannya misalnya, kalsium, zat besi, protein, kasein, DHA, ARA, LA, nukleotida, taurin, EPA, kalsium, serta makro dan mikro nutrien lain. Dengan kandungan yang cukup banyak ini maka perlu bagi kita memberikan susu kepada anak untuk melengkapi kebutuhan gizinya. Tentu, pemberiannya harus seimbang dengan asupan makanan lain, makanan pokok, lauk-pauk, sayur, buah sehingga nutrisi yang masuk pun semakin beragam.
Baca Juga: Banyak Gangguan Bicara Anak, Cari Tahu Yuk Moms
Namun sering kita temui, anak suka sekali dengan susu seolah-olah ia mengalami ketagihan. Keinginan minum susunya pun tidak terbendung, setiap saat ketika ia haus atau lapar, ia lebih memilih susu dibandingkan makanan atau minuman lain. Konsumsinya pun tidak beraturan, tak hanya pagi, siang, dan sore tetapi di antara waktu tersebut ia kerap menagih minta susu. Jumlah konsumsinya pun tak 2-3 kali sehari, sesuai yang disarankan, tetapi bisa mencapai 6-8 botol perhari takaran 120-180 mili persekali minum. Jika tak diberikan anak akan marah, ngambek, bahkan tantrum yang akhirnya membuat orangtua mengabulkan permintaan susu anak.
Ada beberapa kemungkinan penyebab kenapa anak ketagihan minum susu. Mungkin karena rasa susu yang gurih dan manis. Anak suka sekali dengan rasa seperti ini sehingga ia akan meminta dan minta lagi. Jika kita punya kebijakan di rumah untuk menghindari ketagihan, rasa gurih dan manis sebenarnya tidak masalah. Tetapi jika kita tidak punya kebijakan dan kedisiplinan pola makan, dapat membuat anak ketagihan terhadap susu. Misalnya, kita tidak menerapkan jadwal dan pola makan yang baik termasuk dalam pemberian susu. Hal ini diperkuat dengan pola kita yang ingin mudahnya saja. Misalnya, ketika tiba waktu makan kita bukan mengajak anak makan malah memberikan susu, hal ini sering berlangsung. Kita juga sering “kalah” oleh anak. Jika ia rewel minta susu padahal belum waktunya pemberian susu, kita kerap mengalah sehingga anak merasa ia boleh kapan saja minum susu.