SMARTPARENT.ID - Perkembangan kognitif anak balita, yang berlangsung antara usia 1 hingga 5 tahun, merupakan fase krusial dalam pembentukan kemampuan berpikir, belajar, dan berinteraksi dengan lingkungan.
Orang tua perlu memahami tahapan-tahapan ini agar dapat memberikan dukungan yang tepat. Berikut adalah tahapan perkembangan kognitif pada anak balita beserta aktivitas yang dapat mendukungnya.
Baca Juga: Kapan Telat Haid Dikatakan Serius? ini Penjelasan Ahli
1. Tahap Sensorimotor (Usia 0-2 Tahun)
Pada tahap ini, anak belajar melalui pengalaman sensorik dan motorik. Mereka mulai memahami dunia di sekitar mereka dengan menggunakan indera mereka.
Aktivitas yang Mendukung:
Bermain dengan mainan yang berbeda tekstur dan warna.
Mengajak anak bermain air atau pasir untuk mengeksplorasi berbagai sensasi.
2. Tahap Praoperasional (Usia 2-7 Tahun)
Anak mulai mengembangkan kemampuan bahasa dan berpikir simbolis. Mereka mulai mengerti konsep dasar, meskipun pemahaman mereka masih bersifat egosentris (hanya memahami dari sudut pandang mereka sendiri).
Baca Juga: Si Kecil Ketagihan Susu Formula? Ini Penyebabnya Moms
Aktivitas yang Mendukung:
Membaca buku cerita dan berdiskusi tentang gambar dan karakter di dalamnya.
Mengajak anak bermain peran menggunakan kostum dan mainan.
3. Tahap Operasional Konkret (Usia 7-11 Tahun)
Walaupun ini adalah tahap yang dimulai setelah balita, seringkali, beberapa aspek dari tahap ini dapat muncul pada akhir usia balita. Anak mulai dapat berpikir lebih logis dan memahami hubungan sebab-akibat.
Aktivitas yang Mendukung: