SMARTPARENT.ID Banyak jenis keterlambatan bicara yang ditunjukkan anak. Dari yang sederhana, yang hanya butuh stimulasi untuk mengatasinya hingga yang serius sehingga butuh terapi khusus. Berikut adalah beberapa gangguan bicara yang bisa dialami anak.
- Bunyi Sengau Serak
Banyak anak yang ketika berbicara terdengar tidak jelas, sengau atau serak. Misalnya, bilang kata “makan” terdengar seperti “mangaun,” bilang kata “jarang” terdengar seperti “jaghrang,” dan lainnya. Mungkin disebabkan kurangnya stimulasi bicara pada anak atau organ bicara anak belum mampu bekerja dengan sempurna sehingga ucapan yang keluar tidak jelas. Stimulasi lebih sering akan membuat anak bisa memperbaiki kemampuan bicaranya. Boleh periksakan ke dokter untuk melihat organ bicara anak karena mungkin saja ada gangguan seperti ukuran lidah yang kurang panjang.
Baca Juga: Cek Yuk Moms, Apakah Batita Kita Telat Berbicara
- Gangguan Kelancaran Bicara atau Gagap
Sebenarnya anak sudah tahu apa yang ingin diucapkan. Namun terjadi ketidaksinkronan antara proses berfikir di otak dengan pergerakan otot mulut. Proses berfikir di otak lebih cepat sementara otot-otot di mulut belum siap mengeluarkan suara. Walhasil muncullah gagap. Misalnya, anak ingin bilang “mau makan ayam goreng,” namun mulutnya lebih lama bergerak sehingga yang muncul pun hanya “Ma ma ma.” Mungkin hal ini disebabkan kemampuan motorik organ bicara anak masih belum stabil sehingga ia belum mampu berbicara dengan lancar. Melatih anak lebih banyak berbicara bisa dilakukan untuk mengatasi hal ini. Gunakan setiap kesempatan untuk berinteraksi dengan anak, berbicaralah tentang apapun yang dapat membuat anak tertarik. Ketika anak gagap, mintalah ia menarik nafas dalam kemudian hembuskan, tenangkan pikiran, lalu minta anak secara perlahan mengungkapkan apa yang ingin diutarakan.
- Bicaranya Diulang-ulang
Pernahkan melihat anak bicaranya diulang-ulang terus. Misalnya, ia bilang “mama makan” diulang hingga berkali-kali dalam sehari. Sebenarnya ini bukan termasuk dalam gangguan berbahasa. Ada beberapa hal yang menyebabkan anak mengulang-ngulang kalimatnya. Mungkin anak baru mendapat kosa kata baru, ia tertarik sehingga dia mengulang-ngulang kalimat tersebut. Atau mungkin saja kemampuan bicaranya masih terbatas, ia hanya bisa mengucapkan kalimat tersebut sehingga ia pun selalu mengulang-ngulang. Kemungkinan lain, terkait dengan larangan
orangtua misalnya ia dilarang makan permen “tidak makan permen ya!” Nah anak pun bisa mengulang-ngulang kalimat tersebut. “Jangan makan, jangan makan!” Mungkin banyak orang mengira ia mengalami autis ekolali. Padahal anak sedang memproses di otaknya dia untuk lebih memahami kalimat tersebut. Ia sedang mencerna apa yang dikatakan orangtuanya.
Baca Juga: Yuk Ajak Anak Makan Buah dan Sayur, Kaya Nutrisi Lo Moms
Kemampuan bicara anak berbeda-beda. Ada yang cepat dan lambat. Sebenarnya, selama masih dalam range perkembangan, ini bisa ditoleransi dan tak perlu risau. Misalnya, di usia 12 bulan ia belum mampu mengucapkan satu kata masih bisa ditunggu hingga beberapa bulan ke depan sambil terus distimulasi. Namun jika di usia 18-24 bulan masih belum bisa mengucapkannya sepatah katapun kita perlu mengonsultasikannya ke dokter. Mungkin ia mengalami keterlambatan bicara karena seharusnya di usia 24 bulan ia sudah mulai mampu merangkai kalimat sederhana seperti “Mau makan!” Biasanya dokter akan melakukan observasi apakah penyebabnya karena kurang stimulasi, organ bicaranya terganggu, atau mungkin pendengarannya yang terganggu.
- Tidak Bisa Berbicara dan Memahami Bahasa
Beberapa anak mengalami kesulitan untuk memahami bahasa. Misalnya, kita sudah mengenalkan nama-nama benda seperti meja, kursi, lemari, mobil, motor, dan lainnya. Namun hingga usia 24 bulan anak belum bisa memahaminya. Ketika diminta menunjuk “motor” anak kebingungan dan tak mampu melakukannya. Ketidakpahaman ini kemungkinan karena proses mencerna di otaknya tak berlangsung lancar alias “lemot” sehingga anak kesulitan memahami bahasa. Anak-anak yang mengalami dysphasia dan aphasia mengalami hal ini, ia kehilangan kemampuan berbicara dan mengerti pembicaraan karena kelainan pada otak. Terapi khusus perlu dilakukan jika anak mengalami hal ini.
- Gangguan Perkembangan Artikulasi
Berbicara sepertinya mudah. Namun pada anak tertentu ia mungkin saja mengalami kesulitan terhadap artikulasi. Pasalnya, artikulasi bunyi melibatkan organ bicara seperti lidah, gigi, bibir, dan palatal. Anak yang mengalami celah bibir sangat kesulitan mengucapkan sesuatu dengan benar. Tetapi bisa juga karena kemampuan organ bicara anak yang belum sempurna sehingga di usia batita gangguan artikulasi masih dianggap normal. Asal, seiring pertambahan usianya harus menjadi lebih baik. Namun jika masih terus terjadi hingga usia sekolah hal ini bisa dianggap sebagai kelainan atau penyakit. Observasi yang dilakukan ahli sangat diperlukan untuk melihat penyebabnya. Karena mungkin saja penyebabnya karena penyakit, gangguan syaraf, kerusakan di otak, dan sebagainya. Penanganan yang dilakukan pun harus sesuai dengan penyebabnya.
Baca Juga: Yuk Ajak Anak Makan Buah dan Sayur, Kaya Nutrisi Lo Moms