balita

Ajak Anak Bermain Pasir Yuk Moms! Banyak Manfaatnya Lo.

Senin, 30 September 2024 | 19:21 WIB
Bermain Pasir (Ketut Subiyanto/Pexels)

SMARTPARENT.ID Sesekali atau mungkin seringkali kita perlu mengizinkan anak untuk bermain dengan hal-hal yang biasanya kita larang, seperti bermain pasir. Hal ini akan membuat anak merasakan pengalaman baru yang mungkin tidak bisa didapatnya lewat aktivitas lain. Selain itu, anak merasa bahwa dia tidak selamanya hidup dalam kekangan yang sama sekali tidak boleh mencoba hal-hal yang mungkin sangat menarik perhatiannya.

Aktivitas ini pun dapat menumbuhkan rasa percaya diri anak terhadap lingkungannya. Atau bagi anak yang memiliki energi berlebih, aktivitas ini  bisa sebagai penyaluran tenaga yang mungkin kalau tidak tersalurkan akan berbentuk ke hal lain, perilaku sangat aktif misalnya.

Baca Juga: Jangan Khawatir Moms, Anak yang Suka Membeo, Itu Pertanda Bagus

Dengan bermain pasir pun akan membuat anak ketemu langsung dengan alam yang ada di dekatnya. Hal ini didukung oleh pendapat para pakar yang membuat pernyataan bahwa anak harus dikenalkan dan didekatkan dengan alam. Apalagi banyak anak, terutama yang dikota-kota besar, lebih dekat dengan mainan-mainan elektronik.

Yuk Berekplorasi dengan Pasir

Dengan bermain pasir, anak diberi kesempatan untuk melakukan eksplorasi kepada satu bentuk yang lain dari sebelumnya. Pertama, anak mendapat sebuah pengalaman yang secara tidak langsung memberikan stimulus kepadanya untuk lebih mencintai alam. Kedua,  anak juga distimulasi untuk meningkatkan kemampuan sensorisnya. Pasir kan punya rasa tersendiri bila kita menginjak atau memegangnya, inilah yang membuat stimulasi yang berbeda.

Di banyak sekolah, anak batita sengaja diajak untuk menginjak atau memegang pasir sehingga dia dapat merasakan sendiri bagaimana rasanya pasir. Ini untuk menstimulus sensorisnya sehingga dia dapat mengetahui kondisi alam di lingkungannya. Pada akhirnya dia akan menjadi anak yang suka bereksplorasi, tidak takut, percaya diri.

Ketiga, mungkin di antara pasir ada kuman yang terselip. Hal ini akan membantu anak untuk meningkatkan daya imun terhadap penyakit karena dia sudah mengalami paparan kuman langsung ke tubuhnya sehingga lambat laun menjadi biasa. Pada anak yang terlalu diprotek pada akhirnya dia akan menjadi anak yang sensitif terhadap penyakit.

Baca Juga: Jika Anak Sudah Mulai Membeo, Contohkan ia Kata yang Baik-Baik ya Moms

Selain itu, anak yang tidak pernah diberi kesempatan untuk bermain dengan pasir, dia tidak pernah punya pengalamanan terhadap eksplorasi pasir, mungkin ketika menginjak pasir akan akan merasa geli, yang pada akhirnya stimulus tidak didapat sama sekali. Akhirnya, pada saat besar nanti mungkin dia menjadi anak pemilih kemudian takut salah, takut mencoba hal baru, tidak percaya diri, dan sebagainya.

Tentu, meskipun kita perlu memberikan kebebasan kepada anak-anak untuk bereksplorasi dengan alam, kita juga harus memperhatikan segi keamanannya. Kita pastikan pasir aman, baik dari pecahan kaca, pecahan kerang, batu-batuan tajam, ataupun kotoran. Kebersihan dan keamanan harus jadi nomor satu sebelum kita memberikan keleluasaan kepada anak untuk bereksplorasi.

Agar manfaat semakin bertambah, kita pun perlu memberikan warning kepada anak ketika mereka akan bermain, misalnya dengan mengatakan “Boleh main pasir tapi tidak boleh dilempar-lempar atau dimasukkan ke mulut,” atau “Boleh main air di kolam tapi hati-hati tempatnya licin,” misalnya. Sehingga anak bisa menerima semacam cautions and effect. Kenapa dia tidak boleh melempar-lempar pasir? Karena dikhawatirkan akan menyakiti orang lain bila pasir tersebut mengenai mata atau kalau tidak hati-hati di pinggir kolam anak akan terjatuh. Pasalnya, bila kita tidak memberi warning, kemudian mata anak kemasukkan pasir atay terjatuh di pinggir  kolam mungkin anak akan mengalami trauma sehingga anak tidak mau lagi main pasir/air. Jadi kita harus sangat memperhatikan segi kemanan ketika anak akan main di bak pasir atau di kolam.

Selanjutnya, seusai bermain di luar, kita harus pula memberitahukan ke anak untuk segera membersihkan kaki atau tangannya seusai bermain. Selain anak jadi bersih dari kotoran anak juga akan terstimulus kemampuan psikologis, verbal, dan berpikirnya.

Baca Juga: Jika Anak Tak Membeo, Cermati Mungkin ada Gangguan Perkembangan Bahasanya

Halaman:

Tags

Terkini

Bagaimana Mengajarkan Empati pada Anak Balita?

Kamis, 12 Juni 2025 | 20:40 WIB

Moms, Aku Mau Videocall Ayah!

Rabu, 26 Februari 2025 | 07:56 WIB

Ketika Anak Tak Mau Pakai Baju, Bolehkah Kita Memaksa?

Selasa, 25 Februari 2025 | 21:18 WIB

Jangan Mengancam Anak Tetapi Berikan Ia Penjelasan

Selasa, 25 Februari 2025 | 20:51 WIB

Moms, Jangan Pernah Mengancam Anak, Ya!

Selasa, 25 Februari 2025 | 20:41 WIB

Biarkan Anak Corat-coret, Disitu Tumbuh Kreativitas

Senin, 24 Februari 2025 | 17:06 WIB

Moms, Perlu Lo Sesekali Anak Dibebaskan Bermain

Senin, 24 Februari 2025 | 15:52 WIB

Bila Anak Suka Tak Sopan, Ini Cara Mengatasinya

Sabtu, 22 Februari 2025 | 21:14 WIB

Ini Manfaat Buat Anak Saat Belajar di Meja Makan

Jumat, 21 Februari 2025 | 15:37 WIB

Saat Makan Saatnya Anak Belajar

Jumat, 21 Februari 2025 | 14:47 WIB