Sebaiknya, kepergian kita harus tetap diketahui anak sambil memberikan berbagai penjelasan. Misalnya, “Ibu pergi kerja dulu, nanti siang ibu telepon kamu. Ingat, ibu kerja untuk cari uang untuk beli susu buat kamu!” Dengan pendekatan seperti ini setidaknya membuat anak merasa lebih tenteram karena ibunya pergi untuk kepentingannya juga.
Baca Juga: Ini Lo Moms Ciri-ciri Anak Aktif. Berbeda dengan Hiperaktif
- Alihkan Perhatian
Bila agak sulit, cobalah untuk mengalihkan perhatian anak dengan memberi anak kegiatan, menggambar misalnya. Jangan lupa, kita harus ikut melibatkan diri sebentar. Ketika perhatian anak fokus pada kegiatannya, barulah kita pergi sambil mengatakan, "Sekarang kamu menggambar. Ibu mau pergi dulu sebentar," misalnya. Pilihlah kegiatan yang pada saat itu benar-benar disukai anak dan jangan pilih kegiatan yang sama sekali tidak disukainya atau dia sudah bosan melakukannya karena hal ini sulit untuk mengalihkan perhatiannya.
Bila pada kenyataannya anak sangat sulit ditinggal pergi, misalnya muncul sikap tantrumnya dan kalau dipaksakan akan semakin menjadi-jadi, mungkin untuk saat ini kita perlu memenuhi keinginan anak untuk tetap bersamanya. Tentu, sambil bersama anak kita harus memberikan penjelasan secara sederhana mengenai kepergian kita. Di usia ini kan anak sudah mulai bisa memahami kalimat-kalimat sederhana yang kita berikan. Lalu berikan pengertian secara perlahan, sebagai persiapan untuk kepergian kita esok. Bila memang di malam hari memungkinkan untuk dilakukan, sangat baik bila kita juga memberinya pengertian.
- Berkomunikasi Lewat Telepon
Saat pergi, di kantor misalnya, usahakan untuk menghubungi anak lewat telepon. Cobalah untuk menanyakan kondisinya, apakah sudah makan, tidur, pipis, atau lainnya. Sangat baik bila kita meminta anak untuk tetap tenang di rumah bersama pengasuh. Dengan mendengar suara kita lewat telepon atau melihat wajah kita lewat videocall, anak akan merasa bahwa ibunya tidak berada jauh darinya dan tetap menyayanginya.
Baca Juga: Anak Saya Sekadar Aktif atau Hiperaktif
- Penuhi Dahulu Kebutuhan Anak
Sebelum meninggalkan anak, persiapkan segala kebutuhan anak, mulai dari makanan kesukaannya, mainan, pakaian, hingga alat-alat pendukung aktivitasnya yang lain. Nah, saat akan pergi minta pengasuh untuk menjadi kepanjangan tangan kita untuk menyediakan berbagai kebutuhan anak. Kebutuhan anak yang selalu siap sedia setidaknya akan membuat anak merasa nyaman dan terhindar dari rewel. Soalnya setiap kali anak akan rewel selalu diatasi tepat waktu dengan berbagai kebutuhannya saat itu. Untuk itu, kita harus memberikan jadwal day to day, kapan harus makan, tidur, main, dan lain-lain, kepada pengasuh sehingga kebutuhan anak akan cepat tercukupi.