SMARTPARENT.ID Yuk kenalkan angka pada anak sedini mungkin, di usia batita misalnya. Sebab, akan membuat anak lebih cepat menggunakan olah pikirnya. Ketika melihat gelas di atas meja misalnya, dia akan mencoba untuk menghitung berapa jumlahnya. Atau ketika menjejerkan mobil-mobilannya, ia akan hitung jumlahnya
Nah, olah pikir anak lebih cepat digunakan sehingga akan terasah. Hal ini otomatis akan semakin baik untuk menstimulasi kecerdasannya. Berbeda dengan anak yang tidak dikenalkan sama sekali, otaknya tidak akan digunakan untuk berpikir.
Baca Juga: Moms, Boleh Lo Kita Mengatur Rutinitas si Kecil
Selain itu, anak juga bisa lebih cepat berfungsi dalam pergaulan. Misalnya, ketika anak diajak ke warung untuk membeli makanan dan kita memintanya untuk mengambilkan dua bungkus roti, anak yang terlatih akan mudah melakukannya. Dengan begitu, secara sosial, anak sudah bisa lebih cepat memungsikan kemampuan berhitungnya. Berbeda pada anak yang belum mengenal atau belum dikenalkan angka, dia akan mengalami kesulitan untuk menentukan berapa roti yang harus dia ambil. Mungkin dia hanya mengambil satu, atau mengambil sebanyak-banyaknya yang dia suka.
Kala bermain pun kemampuannya bisa digunakan dengan baik. Angka juga berkaitan erat dengan sesuatu ang bertambah terus. Ketika anak bermain di kolam bola misalnya, anak yang konsep berpikirnya sudah berjalan maka dia akan paham, bila dia mengumpulkan semakin banyak bola maka keranjangnya akan penuh.
Nah, berbeda dengan anak yang belum mengenal angka, dia akan terus menerus memasukkan bola ke dalam keranjang meskipun keranjangnya sudah penuh. Ini merupakan konsep perhitungan yang sederhana dari angka-angka yang sudah dikenal anak.
Baca Juga: Yuk Moms, Atur Rutinitas Anak Supaya Ia Lebih Disiplin
Namun, Moms juga tidak perlu terlalu berbangga hati bila anaknya memiliki kemampuan lebih. Karena kemampuan berhitung anak bagus maka berbangga kalau anaknya pasti menjadi anak yang pintar. Todak demikian, yang terpenting adalah stimulasi berikutnya yang harus diberikan ke anak.
Untuk menjadi cerdas, anak butuh stimulasi yang berkelanjutan agar kecerdasannya bisa berkembang dengan maksimal. Bila nantinya anak tidak mendapat stimulasi secara baik, mungkin saja kecerdasannya mandeg, soalnya kemampuan yang dimiliki anak sejak dini nantinya akan tergantung dari stimulus baik orang tua maupun lingkungan. Pemberian stimulasipun harus sesuai porsinya, tidak berlebihan juga tidak kurang.
Sebaliknya, bagi orang tua yang anaknya sama sekali tidak bisa berhitung di usia ini, jangan langsung berkecil hati. Setiap anak, kan, memiliki kelebihan masing-masing. Entah di bidang eksakta, kesenian, sastra, ilmu alam, dan sebagainya. Bila anak menunjukkan pintar berhitung, mungkin dia memiliki kecerdasan dalam bidang eksakta.
Baca Juga: Ini Moms, Tips Sukses Menerapkan Rutinitas Anak yang Terjadwal