Kapan waktu bermain, tidur, makan, belajar, perlu diatur sejak dini untuk melatih kedisiplinan anak
SMARTPARENT.ID ”Lo, kok, anak masih kecil sudah diatur-atur, biarkan saja dia melakukan sesuatu semaunya tanpa harus dibatasi!” mungkin kita pernah mendengar ucapan seperti itu. Ucapan ini keluar karena mereka beranggapan kalau anak yang masih di bawah tiga tahun (batita) tidak boleh diatur-atur aktivitasnya, biarkan bebas beraktivitas sesuai dengan apa yang diinginkannya.
Baca Juga: Moms, Ini Kiat Mengantisipasi Jika Pengasuh Minta Berhenti
Boleh kok kita mengatur rutinitas keseharian anak sejak dia masih kecil. Jangankan batita, bayi atau bahkan janin yang masih ada di dalam kandungan pun sudah bisa kita rutinitaskan. Jadi, anggapan yang mengatakan kalau anak belum boleh diatur-atur rutinitasnya sebaiknya diluruskan karena besar sekali manfaatnya.
Tentu, penerapan rutinitas masing-masing usia anak memiliki cara yang berbeda-beda. Batita yang sudah lebih berkembang kemampuannya mungkin rutinitasnya disesuaikan dengan perkembangan kemampuannya saat itu, mulai dari bangun tidur, bermain, istirahat, waktu tidur, dan seterusnya. Sedangkan bayi, lebih ke arah makan, menyusui, tidur. Nah, janin di dalam kandungan bisa dengan cara mengucapkan apa yang sedang kita lakukan, memasak misalnya, juga menentukan kapan kira-kira kita berbicara lebih intensif kepada janin, saat dia terjaga misalnya, lalu kapan waktu tepat kita memperdengarkan musik.
Baca Juga: Ini Penyebab Kenapa Si Kecil Sering Rewek Saat Ganti Pengasuh
Khusus untuk batita, pengaturan ini sangat penting dilakukan karena sangat erat kaitannya dengan pengajaran disiplin sejak kecil. Di sini kan anak diajarkan kapan waktunya bangun tidur, mandi, makan, bermain, istirahat, dan sebagainya. Bila memang penerapannya dapat berlangsung dengan baik berarti anak sudah diajarkan tentang keteraturan rutinitas yang akhirnya berujung pada pertumbuhan kedisiplinan. Nantinya, anak diharapkan bisa melakukan sesuatu dengan tertib dan teratur sehingga hasil positif dari berbagai aktivitasnya itu bisa dicapai dengan maksimal.
Berbeda bila sejak kecil anak tidak mengenal kedisiplinan, bila hal ini terus didiamkan bisa saja akan membentuk pribadi anak yang tidak disiplin, tidak teratur, semaunya, dan sebagainya. Hal yang paling kentara adalah pada kedisilinan waktu belajar, anak yang sudah mengenal disiplin sejak kecil dia akan dengan mudah menyesuaikan diri dengan waktu-waktu yang sudah diatur, termasuk jam belajar yang biasanya sulit sekali dipatuhi anak. Demikian pula bila kedisiplinan ini terlambat dilakukan, meskipun bisa saja namun biasanya penerapannya akan semakin sulit dilakukan.
Baca Juga: Jangan Abaikan Masalah Makan pada Anak untuk Mencegah Malnutrisi