SMARTPARENT.ID Keberhasilan dalam mengatur rutinitas anak tidak hanya dapat dilakukan sendiri melainkan harus didukung oleh anggota keluarga lain di rumah. Mulai dari suami, pengasuh, kakek-nenek, om-tante, atau yang lainnya. Bila tidak, sulita bagi kita untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Selain itu, Moms juga harus konsisten, komitmen, dan mengatur waktu secara tepat supaya hasilnya pun bisa maksimal.
- Orang Rumah Harus Kompak
Kekompakan di dalam rumah saat merawat anak sangat diperlukan. Bila tidak, sulit bagi kita untuk menerapkan aturan-aturan yang kita buat. Misalnya, jam empat sore adalah waktu anak untuk mandi, bila jadwal ini tidak didukung oleh suami, nenek, atau pengasuh, sehingga mereka membiarkan anak terus bermain, aturan rutinitas tidak akan berjalan. Bila sebelumnya kita sudah membangunnya susah payah otomatis akan runtuh kembali sehingga penyesuaian dari awal harus kita lakukan kembali. Nah, bila kemudian terjadi seperti itu lagi, rutinitas anak yang kita inginkan tidak akan terbangun dengan baik.
Baca Juga: Moms, Boleh Lo Kita Mengatur Rutinitas si Kecil
- Moms Harus Konsisten
Selain itu, dibutuhkan pula sikap yang konsisten dari semua yang ada di rumah. Ketika kita menyepakati kalau jam 13.00 – 15.00 adalah waktu tidur maka di jam-jam itu kita harus meminta anak untuk tidur. Jangan kemudian mengubah-ngubah waktu tidurnya di jam lain karena akan membuat rutinitas menjadi kacau balau. Bila memang situasi memaksa kita untuk fleksibel, telat sedikit tak apalah. Atau mungkin karena hal lain yang mungkin membuat anak tidak bisa tidur, hari raya misalnya, hal ini bisa ditoleransi.
- Komunikasikan Kepada Anak dengan Jelas
Ketika kita akan memulai jadwal rutinitas yang akan dijalani anak kita harus membicarakannya secara rinci. Misalnya, kita memberitahukan ke anak tentang apa yang harus dilakukannya esok, kapan harus bangun tidur, mandi, makan, bermain, tidur, siang, dan seterusnya, mulai dari pagi hingga malam hari. Dengan begitu anak akan merasa siap untuk mematuhi apa yang sudah ditentukan. Jangan memberitahukan anak pas ketika akan melakukannya karena anak seringkali tidak siap dan khawatir anak tidak akan mematuhinya. Selain itu, gunakan bahasa yang memang dipahami anak yang belum memahami konsep waktu.
Baca Juga: Yuk Moms, Atur Rutinitas Anak Supaya Ia Lebih Disiplin
- Ukur Aktivitas Anak
Kita pun perlu mengukur seberapa lama anak bermain, tidur, makan, dan sebagainya. Hal ini untuk menjaga agar anak memang benar-benar tidak kekurangan dan kelebihan. Pada beberapa anak mungkin butuh waktu bermain lebih lama atau lebih cepat dari yang lainnya. Ada kan anak yang bermain hanya satu atau dua jam sedangkan yang lain butuh waktu hingga tiga sampai empat jam. Nah, sebagai orang tua kita harus bisa melihat kebiasaan-kebiasaan ini sehingga kita bisa menyesuaikan dengan rutinitas yang kita buat nanti.
- Boleh Sambil Bermain
Kita perlu memahami bahwa di usia ini anak belum bisa melakukan sesuatu seserius orang dewasa. Seringkali dia melakukannya sambil bermain. Entah saat makan, istirahat, maupun menjelang tidur. Selama tidak melenceng dari tujuan yang sebenarnya, biarkan saja anak melakukannya karena memang dunianya seperti itu. Tentu, pada hal-hal tertentu, proses bermain harus tidak berlebihan, saat makan misalnya, mungkin bermainnya sambil memainkan boneka di tempat duduk tidak sambil berlari-lari.