SMARTPARENT.ID ”Mama jelek, kayak bebek!” pernah mendengar kalimat seperti ini keluar dari mulut si batita, atau mungkin lebih kasar? Mungkin kita akan terkaget-kaget saat pertama kali mendengarnya. Dari mana anak bisa mengucapkan kata-kata tersebut padahal kita tidak pernah mengajarkannya.
Baca Juga: Bebaskan Anak Bermain Bola, Manfaatnya Banyak Lo Moms
Bahkan tak hanya ucapan, berbagai perilaku negatif pun seringkali muncul. Misalnya, anak melakukan tindakan agresif seperti memukul, menjambak, merampas, atau melempar, padahal sebelumnya dia tidak pernah melakukannya.
Anak yang mengucapkan atau melakukan hal negatif, kemungkinan besar dicontoh dari apa yang pernah didengar atau dilihatnya. Biasanya anak meniru ucapan atau perilaku dari orang-orang yang paling sering berinteraksi dengannya, seperti orang tua, kakak, pembantu, babysitter, tetangga, atau teman. Pasalnya, mereka adalah lingkungan interaksi yang paling dekat.
Meskipun lingkungan sudah dijaga dengan baik, ini tak akan jadi jaminan kalimat atau perilaku di atas tidak bakal muncul, pasalnya ada contoh lain yang bisa ditiru anak, misalnya dari tayangan teve, tempat-tempat lain seperti supermarket, mal, taman penitipan anak, dll.
Baca Juga: Yuk Persiapkan Kepercayaan Diri Anak Sejak Bayi, Ia akan Tenang Ditinggal Pergi Kerja
Peniruan ini sangat mudah terjadi, pertama karena anak masih polos, dia belum tahu mana yang baik atau buruk yang akan ditirunya. Ketika dia mendengar temannya mengatakan kalimat-kalimat kotor anak pun akan menirunya tanpa pertimbangan lain. Bahkan ketika anak melihat ayahnya pulang kantor kemudian membanting tas ke meja, tak mustahil hal ini akan ditiru. Nah kalau kemudian Moms tergopoh-gopoh melayani akan semakin menguatkan peniruan anak karena dia melihat mamanya tidak bereaksi apa-apa, hanya menerima perlakuan tersebut.
Kedua, di usia ini kan kemampuan gerak, bicara, maupun mobilitas anak sudah berkembang lebih baik dari sebelumnya. Banyak hal baru yang dirasakan anak kalau dia mampu melakukannya. Misalnya, anak sudah bisa mengucapkan banyak kata, bergerak lebih luwes, berlari, dan sebagainya. Nah ketika dia melihat ada hal-hal yang menarik perhatiannya tak mustahil dia akan menirunya.
Baca Juga: Moms, Ini Cara Supaya Anak Tenang Ditinggal Kerja