SMARTPARENT.ID Supaya anak tenang saat ditinggal pergi bekerja oleh orangtuanya. Moms sebaiknya mempersiapkan mental anak sejak ia bayi. Di masa ini berbagai persiapan harus dilakukan oleh ibu maupun ayah agar anak sudah punya modal sendiri untuk menghadapinya kelak. Ia merasa secure, percaya diri, percaya kepada lingkungannya sehingga tak masalah jika ditinggal pergi bekerja oleh papa atau mamanya.
Baca Juga: Moms, Ini Cara Supaya Anak Tenang Ditinggal Kerja
- Apa yang Harus Dilakukan Moms?
Untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak terhadap lingkungan Moms harus segera mengenalkannya lebih dahulu sebelum orang lain karena kepercayaan awal anak diperoleh dari ibunya sejak di dalam kandungan maupun saat memberikan ASI. Misalnya dengan memberikan kasih sayang, perhatian, komunikasi yang baik, kebutuhan akan sentuhan, dan lainnya. Bila anak mendapatkan semuanya secara baik maka akan tumbuh rasa nyaman dan percaya diri terhadap lingkungan. Bila demikian yang terjadi, tentu anak akan lebih berani menghadapi segala sesuatunya sendiri tanpa harus terus menerus berlindung di bawah ketiak ibunya.
Moms harus pula menyadari bahwa anak tak hanya mengenal sosok ibunya tetapi juga orang lain seperti ayah, kakek, nenek, juga om atau tante juga pengasuhnya. Bila sejak bayi anak sudah mengenal banyak sosok kemungkinan untuk berani menghadapi lingkungannya tentu bisa lebih mudah dibangun. Umumnya anak yang hidup di lingkungan keluarga yang cukup besar lebih mudah untuk ditinggal di rumah.
Baca Juga: Yuk Moms, Kenali Berbagai Penyebab Kenapa Anak Rewel Saat Ditinggal Pergi Bekerja
- Apa yang Harus Dilakukan Ayah?
Dalam sebuah penelitian dikatakan, seorang ayah yang banyak berinteraksi dengan anaknya akan membuat si anak lebih berani dalam menghadapi orang-orang asing. Untuk itu diharapkan sejak usia bayi ayah harus banyak berinteraksi dengan anak misalnya dengan lebih beraktivitas fisik seperti main loncat-loncatan, kuda-kudaan. Atau bisa juga dengan melakukan peran ibu terlebih dulu seperti membuatkan susu, menggantikan pakaian, memandikan, dan sebagainya. Dengan adanya interaksi, anak menjadi senang pada ayahnya. Dalam perkembangannya kemudian, anak menjadi tak takut pada orang asing dan tak terlalu lengket sama ibu karena anak sudah mengenal dua sosok yang berbeda.
Semoga berhasil ya Moms!