- Memberikan Stimulasi Sensoris
Bola juga bisa dipegang sehingga anak akan merasakan kontur dari bola tersebut. Misalnya, bola yang terbuat dari plastik akan terasa licin, bola yang terbuat dari beludru akan terasa bulu-bulu halusnya, atau bola yang terbuat dari kulit akan terasa kontur kasarnya. Hal ini dapat melatih anak untuk menangkap apa yang dirasakan sehingga baik untuk daya sensorisnya. Tak hanya dipegang, bila perlu kita ambil bola yang terbuat dari beludru kemudian kita tempelkan ke bagian tubuh anak yang lain seperti pipi, lengan, perut, dan lainnya sehingga anak lebih bisa terstimulasi daya sensorisnya. Dari sini anak akan dikenalkan dengan berbagai bentuk kontur, ada yang licin, kasar, berbulu, dan sebagainya.
- Menjalin Keakraban
Ketika kita terlibat dalam permainan bersama anak, ada hal yang sangat berharga yang akan didapatkan oleh anak, yaitu keakraban bersama orang tuanya. Lewat permainan ini akan memicu timbulnya keakraban sehingga anak akan merasakan bahwa orang tuanya begitu menyayangi dan memperhatikannya. Hal ini sangat baik untuk pertumbuhan kepribadian anak. Anak yang dibesarkan dengan penuh kasih sayang, kelak akan tumbuh dengan kepribadian yang positif. Misalnya, sikap optimis, percaya diri, tak mudah menyerah, menyayangi, perhatian, dan sebagainya.
Nah, di situasi ini diharapkan orang tua memanfaatkan benar-benar kebersamaan bersama anak. kembangkan bahasa-bahasa tubuh maupun verbal. Misalnya, ketika anak berhasil menendang bola kita bisa memujinya, “Wah, ternyata anak Ayah pintar menendang bola.” Alangkah baiknya bila kita memuji sambil mengacungkan jempol. Hal demikian bisa memicu anak untuk lebih bersemangat melakukannya lagi.