SMARTPARENT.ID Memberikan mainan edukatif perlu selektif. Maksudnya kita harus menyesuaikan dengan usia anak dan kemampuan yang dimilikinya. Berikut panduan dalam memilihkan mainan edukatif yang disesuaikan dengan usia anak.
Baca Juga: Mau si Kecil Lebih Cerdas? Berikan Ia Mainan Edukatif
- Di usia satu tahun : Masih Sederhana
Anak usia ini belum memiliki kemampuan motorik yang baik, jadi kita bisa memberikan mainan, misalnya memasukkan benda ke dalam wadah. Atau bisa dengan menumpuk gelas plastik, seperti gelas plastik minuman mineral. Ini adalah kemampuan dasar yang perlu dilatih sebelum memainkan permainan yang lebih rumit. Setelah itu kita bisa memberikan mainan single puzzle yaitu mainan yang berbentuk segi tiga, segi empat, lingkaran, kemudian dimasukkan ke lubang yang sesuai. Namun pada anak usia ini kita belum bisa memberikannya sekaligus tetapi harus satu persatu, bentuk segi tiga misalnya.
Selanjutnya, kita bisa mengajak anak untuk melakukang tuang menuang air. Memasukkan benda yang lebih kecil ke yang lebih besar. Sehingga anak tahu bahwa benda yang lebih kecil bisa masuk ke dalam benda yang lebih besar.
Baca Juga: Film Harold and The Purple Crayon; Kegigihan Harold Mencari Old Man
Permainan di usia ini, masih terbatas pada hal-hal yang sangat sederhana dan tidak terlalu menyita waktu karena anak masih butuh waktu bermain dengan orang tuanya. Meskipun bermain dengan mainan edukatif orang tua langsung melepas tetapi perlu didampingi.
- Usia Dua Tahun : Mainannya Lebih Sulit
Derajat kesulitan mainan di usia dua tahun sudah lebih tinggi. Bila sebelumnya kita memberikan single puzzle maka di usia ini anak diberikan puzzle yang tidak single. Juga tidak hanya berbentuk geometri saja, seperti lingkaran, segi tiga, segi empat, tetapi sudah berbentuk rumah-rumahan, buah, binatang, dan sebagainya dengan 2-3 pecahan. Untuk menyusunnya butuh keterampilan lebih sulit, nah anak akan dirangsang untuk mengembangkan kemampuannya.
Baca Juga: Berapa Tinggi dan Berat Badan Anak Usia 2 Tahun? Ini Patokannya
- Usia 2,5 – 5 tahun : Lebih Rumit
Permainan edukatif yang kita berikan harus lebih tinggi lagi tingkat kerumitannya. Bila sebelumnya, pasel yang diberikan hanya terdiri dari beberapa keping saja, kini meningkat ke lebih banyak keping. Karena di usia ini anak perlu melatih atau belajar mengorganisasi bagian-bagian yang terpisah menjadi satu kembali, anak juga dituntut untuk mulai belajar tekun menggunakan berbagai kemampuannya untuk menyelesaikan masalah.
Permainan rancang bangun juga sudah bisa diberikan, untuk merangsang koordinasi motoriknya. Anak sudah bisa membuat susunan bangunan ke atas sambil mengimajinasikan bentuk apa yang sedang dibuatnya meskipun masih belum terbentuk jelas. Ketika anak mampu bermain rancang bangun, kita harus menyupport apa yang sudah dihasilkannya. Misalnya anak membuat rumah atau gedung tinggi, meskipun bentuknya hanya berupa susunan balok yang tidak beraturan kita tetap harus memberikan apresiasi agar anak merasa dihargai. Jangan malah memcemooh karena malah akan membuat anak merasa tidak dihargai dan akhirnya malas untuk berkreasi yang berarti tidak ada lagi rangsangan-rangsangan kreatif yang sebenarnya sangat baik untuk kecerdasannya.