Yuk Moms, Kenali Penyebab Kenapa Anak Takut ke Dokter

Photo Author
Irfan Hasuki, Smart Parent
- Jumat, 26 Juli 2024 | 12:30 WIB
Periksa ke Dokter (Pavel Danilyuk/Pexels)
Periksa ke Dokter (Pavel Danilyuk/Pexels)

* Tidak Suka Bau Obat

Beberapa tempat praktek dokter, terutama di rumah sakit, ada bau khas obat-obatan yang seringkali menyengat hidung anak. Bau-bauan ini terasa asing sehingga menstimulasi berbagai prasangka di diri anak sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman. Ketidaknyamanan inilah yang membuat anak mudah merasa gelisah. Pada anak yang mengalami pengalaman tidak enak saat minum obat umumnya akan lebih cepat merespon secara negatif sehingga rasa tidak nyamannya pun akan semakin menguat.

Yang harus dilakukan :

Ruang praktek seharusnya bebas dari bau-bauan yang tidak enak seperti bau obat-obatan. Buatlah ruangan senyaman mungkin dengan meletakkan parfum di tempat-tempat tertentu. Sangat baik bila ruangan tersebut dilengkapi dengan pendingin ruangan sehingga anak merasa lebih nyaman. Nah, bagi orang tua yang tahu kalau keadaan ruang praktek berbau tidak sedap, bisa menguranginya dengan menyemprotkan minyak wangi anak ke pakaiannya atau membalur tubuh anak dengan minyak dan wewangian khusus untuk bayi dan anak. Setidaknya, anak akan merasa tetap wangi meskipun di sekitarnya beredar bau yang tidak sedap.

* Ruangan Kaku dan Tidak Familiar

Desain ruangan tempat praktek pun seringkali berpengaruh terhadap kenyamanan anak. Masih banyak kan ruang praktek dokter yang bergaya sangat formil, meja konsultasi yang kosong hanya berisi nota resep, kotak kartu nama, obat, dan sebagainya, dinding ruangan yang berwarna polos tanpa ornamen,  bangsal periksa yang putih polos, langit-langit kosong tanpa aksesoris. Hal inilah yang seringkali memicu kebosanan anak sehingga dia merasa sangat tidak nyaman di ruangan tersebut.

Yang seharusnya dilakukan :

Pilihlah klinik atau tempat praktek dokter yang familiar dengan anak. Beberapa ruangan di klinik, rumah sakit, atau tempat praktek dokter sudah banyak yang memasang atau meletakkan banyak ornamen atau mainan. Misalnya, di meja konsultasi diletakkan mobil-mobilan atau boneka binatang, di langit-langit ditempelkan hewan-hewan seperti cicak, kupu-kupu, burung, juga di dinding digambar hal-hal yang menarik anak seperti tokoh-tokoh kartun, hewan, dan sebagainya. Dengan suasana familiar seperti ini akan membuat anak lebih nyaman sehingga berani untuk datang kembali.

Baca Juga: Ajak Balita Makan di Meja Makan Yuk Moms! Ini 11 Langkah yang Bisa Dilakukan

 

Halaman:

Editor: Irfan Hasuki

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Bagaimana Mengajarkan Empati pada Anak Balita?

Kamis, 12 Juni 2025 | 20:40 WIB

Moms, Aku Mau Videocall Ayah!

Rabu, 26 Februari 2025 | 07:56 WIB

Ketika Anak Tak Mau Pakai Baju, Bolehkah Kita Memaksa?

Selasa, 25 Februari 2025 | 21:18 WIB

Jangan Mengancam Anak Tetapi Berikan Ia Penjelasan

Selasa, 25 Februari 2025 | 20:51 WIB

Moms, Jangan Pernah Mengancam Anak, Ya!

Selasa, 25 Februari 2025 | 20:41 WIB

Biarkan Anak Corat-coret, Disitu Tumbuh Kreativitas

Senin, 24 Februari 2025 | 17:06 WIB

Moms, Perlu Lo Sesekali Anak Dibebaskan Bermain

Senin, 24 Februari 2025 | 15:52 WIB

Bila Anak Suka Tak Sopan, Ini Cara Mengatasinya

Sabtu, 22 Februari 2025 | 21:14 WIB

Ini Manfaat Buat Anak Saat Belajar di Meja Makan

Jumat, 21 Februari 2025 | 15:37 WIB

Saat Makan Saatnya Anak Belajar

Jumat, 21 Februari 2025 | 14:47 WIB
X