Ketika si kakak melakukan tindakan agresif ini sebaiknya kita langsung turun tangan dengan memisahkan si kakak dari adik. Tetapi ingat, jangan memberikan perhatian terlalu berlebihan dengan menunjukkan kemarahan, keterkejutan, apalagi memarahinya dengan kata-kata kasar. Umumnya, tindakan ini malah akan memupuk perilaku negatif anak. Dia merasa senang kalau tindakannya itu mendapat perhatian sehingga membuatnya ketagihan untuk melakukannya lagi.
Setelah memisahkan, lakukan pendekatan dengan cara bijak. Misalnya dengan mengajak si kakak berbicara dan berikan arahan bahwa apa yang dilakukan anak tidak baik. “Kakak sayang, jangan khawatir mama juga sayang sama kakak. Kakak juga harus sayang sama adik seperti mama menyayangi kakak!” misalnya.
- Marah atau Ngambek
Biasanya marah atau ngambek ditunjukkan dengan sikap negatif lain seperti sulit diatur, mudah marah, rewel, dan lainnya. Nah, orang tua perlu tanggap bila anak sudah berperilaku seperti itu. Mungkin saja hal itu ditunjukkan karena rasa cemburunya ke adik. Bila saja si kakak sudah lancar berbicara dan didukung oleh kemampuan berpikirnya yang lumayan tinggi, bisa saja menuntut Moms untuk memilih siapa yang lebih disayanginya, kakak atau adik.
Tapi biasanya hal ini dilakukan anak untuk mengetes saja. Kalaupun jawabannya kita memilih Adik paling dia akan semakin cemburu. Tetapi ketika si kakak menanyakan hal itu berilah jawaban yang bijak jangan sampai jawaban-jawaban kita malah akan membuat anak semakin cemburu.
Selain itu segeralah berikan pengertian untuk mengatakan bahwa semua yang ada di rumah ini sayang sama kakak. Arahan ini harus ditindak lanjuti dengan memberikan perhatian kepada si kakak. Perhatian kecil, misalnya memberikan pujian ketika si kakak berhadil melakukan sesuatu, cukup baginya untuk percaya bahwa kita benar-benar menyayanginya. Sangat baik bila kita mengajaknya untuk ikut bersama-sama bermain bersama adik.
Baca Juga: Aku Tidak Mau Pergi ke Dokter!