- Tak Berpikir Kreatif
Bila permintaan anak selalu dikabulkan, anak akan berpikir bahwa mudah sekali mendapatkan uang. Hal ini membuat daya pikirnya tidak kreatif. Sebab untuk mendapatkan uang kita kan harus bekerja yang butuh usaha keras dari pagi hingga sore. Ini bukanlah hal mudah. Tetapi anak hanya tahu kalau untuk mendapatkan uang tinggal menadahkan tangan lalu uang langsung didapat. Pola pikir yang tidak kreatif ini membuat otak tidak punya kesempatan untuk bekerja lebih giat yang akhirnya pertumbuhan otak menjadi kurang maksimal.
- Sifat Matrealistis
Kemudahan yang didapat anak dalam mendapatkan uang membuatnya merasa nyaman. Sebab dengan uang dia bisa mendapatkan apapun yang diinginkan. Walhasil, anak akan menganggap kalau uang bisa mewujudkan segala keinginannya yang lambat laun dapat membentuk sifat matrealistis. Seiring waktu mungkin sifat ini akan hilang namun bila menjadi kebiasaan mungkin saja akan menetap dan terbawa hingga besar. Padahal, sifat matrealistis bukanlah sifat terpuji karena dia hanya memandang segala sesuatu hanya dari sudut uang saja.
- Sifat Boros
Sering meminta uang pun bisa memupuk sifat boros pada anak. Sebab, anak tidak bisa mengontrol keinginannya, setiap kali ia menginginkan sesuatu maka dia akan menggunakan uangnya. Seringkali dalam sehari anak bisa membeli cokelat, es krim, permen, hingga berulang-ulang.
Yuk Moms Kita Ubah Kebiasaan Ini
Bila anak sudah terlanjur sering meminta uang segeralah lakukan pengarahan supaya perilakunya ini tidak semakin menetap. Perilaku anak usia ini kan masih bisa diubah jadi jangan sungkan melakukannya.
Tapi, dalam usaha mengubah perilakunya itu jangan langsung menyetop pemberian uang. “Tidak, sekarang mama tidak mau memberimu uang lagi!” misalnya. Hal ini akan membuat anak bingung, “Kenapa Mama memberiku uang tetapi kok sekarang tidak boleh!” Kebingungan anak ini bisa berdampak lebih negatif, mungkin saja dia akan ngambek, rewel, bahkan sikap tantrumnya akan keluar. Hal lain yang mungkin terjadi, anak bisa saja tidak mengacuhkan peraturan-peraturan di rumah. Dia akan melanggar jam tidur, tidak mau makan, atau segala sesuatu yang selama ini diajarkan oleh orang tuanya.
Sebaiknya, kita perlu melakukan langkah-langkah berikut supaya anak bisa tertangani dengan baik :
- Hilangkan Kebiasaan
Hal pertama yang harus kita lakukan adalah menghilangkan kebiasaan kita memberikan uang kepada anak. Bila sebelumnya kita selalu memberikan uang saat akan pergi bekerja cobalah secara perlahan hal tersebut dihilangkan. Awalnya memang agak sulit namun bila kita mengalihkannya dengan hal lain biasanya anak akan menerimanya. “Yuk main mobil-mobilan sama Mbak!” misalnya.
- Bijak Menjelaskan
Ketika ingin mengubah perilakunya, cobahlah terangkan secara perlahan darimana kita mendapatkan uang. “Untuk mendapatkan uang mama harus bekerja lo Dek,” misalnya. Terangkan kalau pekerjaan yang kita lakukan tidak ringan, menghabiskan tenaga dan waktu. Lalu arahkan pembicaraan kita ke perilaku anak. “Makanya kamu sebaiknya jangan boros, minta uang terus sama mama,” misalnya. Penjelasan seperti ini lambat laun akan membuka pikiran anak kalau tindakannya selama ini tidak baik. Memang cukup sulit mengubahnya perlu kesabaran dan ketelatenan sehingga kita harus berulangkali mengarahkannya.
- Alihkan Perhatiannya