Mungkin di rumah, si ayah atau si kakak kerap tidak memakai baju atasan atau bertelanjang dada, hanya pakai celana pendek. Bila anak sering melihat perilaku ini dari orang di sekitar rumahnya mungkin saja anak akan menirunya. “Wah enak kali ya kalau bisa seperti itu,” misal. Ingat lo, anak senang sekali meniru hal-hal yang dianggapnya menarik.
Untuk mengatasinya, kita harus menjelaskan alasan kenapa ayah atau si kakak melakukannya. “Ayah baru pulang dari kantor, gerah, jadi untuk sementara tidak memakai baju dulu,” misalnya. “Adik gerah tidak? Tidak kan.” Untuk selanjutnya, kita harus mengubah perilaku kita di depan anak. Bila pun ingin bertelanjang dada hanya sebentar, tidak terlalu lama, atau tidak sambil melakukan sesuatu. Demikian pula dengan si kakak.
Baca Juga: Moms, Jangan Pernah Mengancam Anak, Ya!
- Ingin Mendapat Perhatian
Ada anak yang sengaja berperilaku seperti itu untuk menarik perhatian kita. Ketika si anak tidak mau dipakaikan baju kemudian lari lalu kita mengejarnya, anak menjadi sangat senang. Dia merasa diperhatikan oleh kita. Apalagi pada anak yang tidak memiliki kesempatan banyak untuk bermain bersama orang tuanya, waktu-waktu seperti ini sangat diinginkan anak untuk sekadar mendapat perhatian. Namun, banyak orang tua yang menganggapnya kalau anak tidak mau memakai baju. Dia mau memakai baju tetapi perlu dibujuk sebagai bentuk perhatian dari orang tuanya.
Sebaiknya, kita ladeni saja apa yang diinginkan anak. Bukankah hal ini sangat positif untuk mempererat hubungan kita dengan anak atau positif untuk pertumbuhan kepribadiannya. Namun, kita perlu membatasi berapa lama anak berperilaku seperti itu. Jangan malah sampai berjam-jam karena terlalu asyik bermain.
- Ingin Buru-buru Main
Karena tidak sabar untuk segera bermain, seusai mandi anak langsung kabur untuk gabung bersama teman sebayanya. Dia pun khawatir kalau teman-temannya itu keburu pergi.
Cobalah untuk memberikan penjelasan ke anak dengan kalimat-kalimat yang simpel. “Adik kalau mau main harus pakai baju dulu, nanti kalau digigit semut bagaimana?” misalnya. Bila pun anak sudah sangat tidak sabar kita bisa memakaikan baju di dekat di mana teman-temannya sedang bermain untuk menunjukkan kalau dia tidak ditinggal pergi.
Penjelasan lain bisa kita tambahkan, “Malu lo kalau tidak pakai baju, yang lain saja pakai baju semua, masa kamu tidak pakai baju sendiri,” misalnya. Kalimat seperti ini mungkin bisa menggugah anak untuk segera memakai baju.
Baca Juga: Jangan Mengancam Anak Tetapi Berikan Ia Penjelasan