Baca Juga: KCMTKU Hadirkan Kacamata Kekinian, Nyaman Dipakai, Ramah di Kantong
Moms Jangan Sungkan Minta Maaf
Lebih mudah diarahkan, bila anak meniru perilaku orang lain. Moms tinggal menerangkan, misal, “Wajar tante sebelah berlaku seperti itu, tapi, kan, mama enggak, jadi kamu tidak boleh seperti itu!” contoh. Kemudian dilanjutkan dengan, kamu tidak boleh melakukannya karena itu tidak pantas kamu lakukan, apalagi terhadap mama, misal. Kata-kata seperti ini, mudah dipahami anak. Dia pun akan menurut karena orang tua yang menjadi panutannya tidak berlaku seperti itu. Tetapi bila perbuatan yang tidak sopan itu dilakukan oleh orang tuanya sendiri, anak bisa saja berkata, “Mama, juga seperti itu, kenapa Adek tidak boleh?” Berarti anak mencontoh dari apa yang dilakukan ibunya. Bila panutannya saja boleh melakukan itu, kenapa saya tidak, misal.
Di situasi seperti ini perlu kelapangan dari Moms untuk meminta maaf kepada anaknya. “Maaf, ya, Dek, mama tadi salah, mama janji untuk tidak melakukannya lagi,” contohnya. Jangan serta merta Moms berseru, “Mama, kan, sudah besar, kamu masih kecil, mama boleh berlaku seperti itu tetapi kamu tidak!” Ucapan seperti ini tidak akan menyadarkan anak, malah dia akan melakukannya kelak.
Sulitnya, kata maaf terkadang susah keluar dari mulut orang tua. Ada orang tua yang beranggapan bahwa tindakan mereka tidak boleh terlihat salah di depan anaknya. Sikap ini jelas salah. Pada saat-saat tertentu bila tindakannya memang salah Moms harus meminta maaf. Sehingga anak tidak beranggapan bahwa segala perilaku Moms adalah benar dan boleh diikuti. Selain itu, dengan kata maaf, anak akan merasa bahwa Moms mengakui bahwa tindakannya salah. Ada semacam kebanggaan diri dan merasakan harga dirinya naik. “Wah, ternyata orang tuaku meminta maaf kepada ku.” Dengan begitu ketika suatu saat anak berlaku salah maka dia pun tidak sungkan untuk meminta maaf kepada orang tuanya.
Lain hal bila anak meniru dari kakaknya. Pengarahan tidak hanya diberikan ke anak, si kakak pun perlu diberitahu untuk tidak mengulangi perbuatannya yang tidak senonoh. Terangkan dengan lembut bahwa tindakannya itu akan ditiru oleh adikmu. Bila kamu juga diperlakukan seperti itu, gimana dong? Kesal, kan, misal.