Hal ini dapat menyebabkan tekanan untuk memenuhi standar kecantikan yang sering dipromosikan oleh media.
Baca Juga: Mengenal Gerakan Unik dan Khas pada Janin Kembar, ini yang akan Moms Rasakan
Banyak penelitian menunjukkan bahwa ini bisa berkontribusi pada masalah citra tubuh dan rendah diri.
2. Emosi yang Lebih Sensitif:
Perempuan biasanya lebih terhubung dengan emosi mereka.
Pada masa pubertas, mereka dapat mengalami perubahan mood yang lebih intens, termasuk kecemasan dan depresi.
Baca Juga: Pentingnya Mencuci Tangan Pakai Sabun bagi Anak
Hormon estrogen yang meningkat berkontribusi pada fluktuasi emosional ini.
3. Keterampilan Sosial:
Perempuan sering kali lebih mahir dalam membangun hubungan interpersonal.
Mereka cenderung lebih empatik dan sensitif terhadap perasaan orang lain, yang dapat mempengaruhi cara mereka berinteraksi dengan teman sebaya dan keluarga.
Baca Juga: Mendeteksi Ketidaknormalan dari Gerakan Janin, Begini Caranya
Perbedaan dan Kesamaan
Meskipun ada perbedaan dalam cara anak laki-laki dan perempuan mengalami perubahan mental selama pubertas, ada juga kesamaan.
Keduanya mungkin menghadapi tekanan dari teman sebaya dan merasa perlu untuk membentuk identitas diri yang kuat.
Tantangan ini dapat menciptakan stres dan mempengaruhi kesehatan mental mereka.
Baca Juga: Janin Lebih Aktif! Ini Kaitan Kecukupan Gizi dan Gerakan Janin
Pendekatan untuk Mendukung Anak
1. Komunikasi Terbuka:
Artikel Terkait
Ciri-ciri Pubertas Lengkap pada Anak Laki-laki
Mengenal Pubertas pada Anak Perempuan, Begini Tandanya
9 Panduan Berbicara tentang Pubertas dengan Remaja