Mengenal Manfaat Vaksin Polio untuk Cegah Kecacatan pada Anak Akibat Virus

Photo Author
Saeful Imam, Smart Parent
- Senin, 2 September 2024 | 15:00 WIB
Ternyata ini dampak dari virus polio yang sangat membahayakan
Ternyata ini dampak dari virus polio yang sangat membahayakan

Direktur Pengelola Imunisasi Kemenkes, dr. Prima, menegaskan bahwa polio dapat dicegah melalui imunisasi yang lengkap.

Program imunisasi nasional ini mencakup dua jenis vaksin, yakni vaksin polio tetes (OPV) dan vaksin polio suntik (IPV).

“Vaksin polio tetes diberikan tiga kali pada usia 1, 2, dan 3 bulan (OPV 1, OPV 2, OPV 3). Pada usia 4 bulan, vaksinasi diberikan secara kombinasi dengan suntikan (IPV), dan pada usia 9 bulan diberikan vaksin IPV 2,” terang dr. Prima.

Baca Juga: Cacar Monyet Jadi Ancaman Global, Waspadai Risiko Tinggi untuk Anak dan Kelompok Rentan

Imunisasi kombinasi OPV dan IPV penting untuk membangun kekebalan tubuh yang optimal terhadap semua jenis virus polio. Cakupan imunisasi polio harus mencapai 95% dan merata di setiap wilayah untuk memastikan kekebalan kelompok terbentuk.

Dr. Prima juga memperingatkan bahwa rendahnya cakupan imunisasi di suatu wilayah selama beberapa tahun dapat menyebabkan ketiadaan kekebalan kelompok, meningkatkan risiko munculnya kembali kasus polio.

Kemenkes juga telah melakukan pemetaan terkait polio di Indonesia dan menerima rekomendasi dari Komite Imunisasi Nasional (KIN), WHO, dan Unicef untuk melakukan imunisasi tambahan melalui PIN Polio, guna menangani KLB polio dengan menggunakan vaksin tetes novel Oral Polio Vaccine Type 2 (nOPV2).

Baca Juga: Mengenal Terminasi Kehamilan, Ini Bedanya dengan Aborsi

Perwakilan Komite Nasional PP-KIPI, dr. Ellen Roostaty Sianipar, menyatakan bahwa para ahli telah memastikan keamanan vaksin nOPV2 melalui berbagai kajian terhadap Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI), baik di tingkat nasional maupun provinsi. Penelitian menunjukkan bahwa vaksin ini aman dan cocok untuk bayi dan anak-anak.

“Data keamanan nOPV2 telah diuji oleh Global Advisory Committee on Vaccine Safety (GACVS) dan digunakan di 13 negara. Hasilnya menunjukkan tidak ada risiko berbahaya,” ungkap dr. Ellen.

Baca Juga: Racikan Sempurna dengan Rasa Juara, Temukan Rasio Kopi dan Air yang Ideal untuk Kamu

Kemenkes berharap masyarakat memanfaatkan kesempatan PIN Polio untuk memperkuat kekebalan terhadap polio, terutama polio tipe 2 yang saat ini memiliki tingkat kekebalan rendah.

Upaya ini diharapkan dapat memutus rantai penyebaran virus polio di Indonesia.

Halaman:

Editor: Saeful Imam

Sumber: Kemenkes RI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X