Direktur Pengelola Imunisasi Kemenkes, dr. Prima, menegaskan bahwa polio dapat dicegah melalui imunisasi yang lengkap.
Program imunisasi nasional ini mencakup dua jenis vaksin, yakni vaksin polio tetes (OPV) dan vaksin polio suntik (IPV).
“Vaksin polio tetes diberikan tiga kali pada usia 1, 2, dan 3 bulan (OPV 1, OPV 2, OPV 3). Pada usia 4 bulan, vaksinasi diberikan secara kombinasi dengan suntikan (IPV), dan pada usia 9 bulan diberikan vaksin IPV 2,” terang dr. Prima.
Baca Juga: Cacar Monyet Jadi Ancaman Global, Waspadai Risiko Tinggi untuk Anak dan Kelompok Rentan
Imunisasi kombinasi OPV dan IPV penting untuk membangun kekebalan tubuh yang optimal terhadap semua jenis virus polio. Cakupan imunisasi polio harus mencapai 95% dan merata di setiap wilayah untuk memastikan kekebalan kelompok terbentuk.
Dr. Prima juga memperingatkan bahwa rendahnya cakupan imunisasi di suatu wilayah selama beberapa tahun dapat menyebabkan ketiadaan kekebalan kelompok, meningkatkan risiko munculnya kembali kasus polio.
Kemenkes juga telah melakukan pemetaan terkait polio di Indonesia dan menerima rekomendasi dari Komite Imunisasi Nasional (KIN), WHO, dan Unicef untuk melakukan imunisasi tambahan melalui PIN Polio, guna menangani KLB polio dengan menggunakan vaksin tetes novel Oral Polio Vaccine Type 2 (nOPV2).
Baca Juga: Mengenal Terminasi Kehamilan, Ini Bedanya dengan Aborsi
Perwakilan Komite Nasional PP-KIPI, dr. Ellen Roostaty Sianipar, menyatakan bahwa para ahli telah memastikan keamanan vaksin nOPV2 melalui berbagai kajian terhadap Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI), baik di tingkat nasional maupun provinsi. Penelitian menunjukkan bahwa vaksin ini aman dan cocok untuk bayi dan anak-anak.
“Data keamanan nOPV2 telah diuji oleh Global Advisory Committee on Vaccine Safety (GACVS) dan digunakan di 13 negara. Hasilnya menunjukkan tidak ada risiko berbahaya,” ungkap dr. Ellen.
Baca Juga: Racikan Sempurna dengan Rasa Juara, Temukan Rasio Kopi dan Air yang Ideal untuk Kamu
Kemenkes berharap masyarakat memanfaatkan kesempatan PIN Polio untuk memperkuat kekebalan terhadap polio, terutama polio tipe 2 yang saat ini memiliki tingkat kekebalan rendah.
Upaya ini diharapkan dapat memutus rantai penyebaran virus polio di Indonesia.
Artikel Terkait
EduALL Junior Siapkan Anak Jadi Pemimpin Masa Depan yang Kuat dan Percaya Diri
Anak Meniru Hal Negatif? Ini 5 Langkah yang Perlu Dilakukan
Sesuaikan dengan Usia Anak, Memilih Permainan Edukatif yang Tepat
Cacar Monyet Jadi Ancaman Global, Waspadai Risiko Tinggi untuk Anak dan Kelompok Rentan
Cara Pilih Permainan Edukatif Sesuai Minat dan Hobi Anak