SMARTPARENT.ID – Pada hari ini umat muslim di seluruh dunia merayakan Hari Raya Idul Adha. Inilah peristiwa penting yang sarat akan makna dan manfaat yang bisa kita ajarkan pada anak-anak.
Idul Adha adalah ibadah yang bisa mendekatkan diri pada Sang Pencipta. Selain itu, Idul Adha juga merupakan ibadah yang dapat meningkatkan kepedulian sosial kepada sesama manusia. Kedua hal tersebut apabila dimaknai dengan tepat, tentu menjadikan kita sebagai pribadi yang lebih berkualitas.
Di samping itu, menurut Wara Rahmawati, M.Psi, Psikolog, momen Idul Adha adalah momen tepat untuk mengajak anak-anak memperdalam ibadah, menyayangi makhluk hidup (dalam hal ini hewan kurban) dan juga mengajarkan anak untuk merelakan apa yang telah mereka sayangi untuk diberikan kepada yang lebih membutuhkan.
“Anak akan belajar berbagi karena daging hewan yang telah disembelih akan dibagikan kepada yang berhak. Anak dapat pula belajar mengenali kebutuhan diri dan orang lain sebagai dasar baginya untuk belajar empati.”
SIKAP PROSOSIAL
Ya, salah satu nilai penting yang bisa diajarkan dalam rangka Idul Adha ini adalah mengenai berbagi. Dalam pandangan psikologi, berbagi adalah salah satu sikap prososial. Prososial adalah kesediaan untuk menolong sesama sehingga memberikan keuntungan kepada pihak yang mendapat pertolongan.
Baca Juga: Pengobatan Tepat Sakit Telinga pada Anak, Ternyata Begini Caranya
Menurut penelitian Delameter dan Michener, perilaku prososial muncul atas inisiatif sendiri, bukan karena paksaan atau tekanan dari luar. Salah satu faktor yang memunculkan sikap ini adalah kepedulian dan empati, seperti yang diajarkan dalam ibadah Idul Adha.
Dalam berbagi, ada upaya dan kesediaan untuk memahami kebutuhan orang lain tanpa mengabaikan kebutuhan pribadi. Memang dibutuhkan kepekaan yang tinggi untuk menumbuhkan sikap peduli dalam perilaku berbagi.
“Namun, kepekaan dan kepedulian bukanlah dua hal yang langsung bisa dimiliki tanpa proses pembelajaran. Maka alangkah baiknya, jika kita dapat mengajarkan kepekaan dan kepedulian sejak dini agar anak-anak belajar lebih dini pula perilaku berbagi.”
SEJAK DALAM KANDUNGAN
Sebenarnya semakin dini anak belajar berbagi maka akan semakin dini pula kepekaan dan kepeduliannya tumbuh. Sebenarnya bahkan kita dapat mengajarkan berbagi sejak janin di dalam kandungan.