Baca Juga: Susu itu Enak, Kok Ada Anak Yang Tak Suka?
- Memaksimalkan Kecerdasan
Berbagai informasi masuk ke dalam otak anak. Untuk menerima, menangkap, memahami, dan menyimpannya di memori, otak anak harus bekerja lebih aktif. Jika otak anak lebih aktif bekerja, maka stimulasi kecerdasan pun berlangsung. Simpul-simpul saraf di otak kian banyak tersambung sehingga kecerdasannya berkembang lebih baik.
- Melatih Daya Fokus
Saat kita bercerita, mau tak mau anak berusaha memerhatikan kalimat yang kita keluarkan, gambar di dalam buku, boneka di tangan kita, dan lainnya. Apalagi jika kita melakukan tanya jawab dari cerita yang kita dongengi. Semua ini akan membuat anak melatih daya fokusnya. Kemampuan fokus yang baik sangat bagus buat menstimulai kemampuan lainnya, seperti kemampuan merangkak, berdiri, berjalan, ketangguhan, kreativitas, menangkap instruksi, dan lainnya.
- Menambah Perbendaharaan Kata
Mendongeng pun dapat memperbanyak perbendaharaan kata. Bukankah banyak sekali kata yang kita ucapkan? Sangat mungkin ada kata-kata, nama binatang, nama buah, nama gedung, nama benda yang baru didengar anak. Jika anak bertanya tentang kosakata baru itu, jelaskanlah. Bila anak bertanya tentang kelinci, jelaskan bagaimana rupa kelinci: bertelinga panjang, pemakan wortel, berwajah imut-imut, dan lainnya. Gunakan gambar atau boneka supaya anak bisa melihat bentuk nyatanya.
- Menanamkan Cinta Buku
Jika kita mendongeng dengan menggunakan buku cerita, berarti anak telah dikenalkan dengan sebuah benda bernama buku. Supaya anak tertarik, gunakan buku yang berisi gambar-gambar lucu dan unik, bentuknya yang lucu, ada daya interaksi seperti halaman flip-up, dan lainnya. Jika anak tertarik, tak mustahil kecintaan terhadap buku mulai tertanam. Selanjutnya mungkin saja menumbuhkan keinginan untuk bisa membaca dan menulis. Supaya keinginan ini terstimulasi sebaiknya respons secara positif berbaggai pertanyaan anak.
- Menumbuhkan Moral Positif
Dongeng biasanya mengandung pesan moral, baik positif maupun negatif. Dongeng tentang harimau yang jahat kemudian berubah menjadi baik saat ia ditolong seekor kelinci, misal. Supaya pesan moral positif ditangkap anak dengan baik, kita harus lebih menekankan kepada moral positif yakni sifat penolong kelinci dan sifat baik harimau. Dengan begitu yang tercantum di otaknya adalah daftar moral positif, sehingga kelak saat ia bergaul ia akan tahu mana yang baik dan tidak.