SMARTPARENT.ID Anak senang sekali mendengarkan dongeng. Karena itu mendongenglah sesering mungkin kepada mereka. Jika kita kreatif memvariasikan setiap dongeng, anak akan bosan. Ia akan meminta lagi dan lagi.
Tak perlu pesimis tidak bisa mendongeng sebab mendongeng pada dasarnya adalah memberikan sebuah cerita kepada anak melalui kata-kata. Berbagai kemampuan yang kita miliki seperti berbicara, membaca, berkomunikasi, dan mengekspresikan sebuah perasaan kepada orang lain adalah modal yang cukup untuk mendongeng.
Baca Juga: Yuk Moms, Pahami 12 Penyebab Kenapa Bayi Menangis
Kalah dari Tayangan di Televisi dan Game Online
Sayangnya, belakangan ini kegiatan mendongeng kalah oleh tayangan-tayangan di televisi, di ponsel, juga game online. Disamping kita juga sering membiarkan anak bebas menonton streaming youtube, bermain game, menonton musik, dan lainnya. Mungkin kita berpikir, daripada repot mendongeng mending anak dihibur oleh acara di gawai.
Padahal jika ditelisik, banyak sekali acara yang tak pantas disaksikan anak. Ada dialog yang kasar, adegan kekerasan, perbuatan yang hanya pantas dilakukan orang dewasa, kata-kata yang tak santun, dan lainnya. Anak mudah sekali mencontoh sehingga mungkin saja akan memengaruhi citranya menjadi negatif. Selain itu, menonton membuat anak pasif, menerima apa adanya tayangan tersebut tanpa berusaha mengembangkan imajinasi sehingga lambat-laun kreativitasnya akan terpasung.
Berbeda jika anak didongengi, ia akan menerima banyak sekali manfaat dari aktivitas ini. Salah satu yang paling mendasar adalah dongeng dapat merangsang keluarnya imajinasi sehingga anak jadi lebih kreatif. Berimajinasi membuat otak bekerja lebih keras yang tentunya sangat baik untuk merangsang kemampuan kreatifnya.
Sebagai contoh, kita mendongeng tentang kucing yang tiba-tiba berubah menjadi besar karena meminum susu yang sangat banyak. Mendengar cerita ini, dengan sendirinya anak akan berimajinasi tentang kucing yang tadinya kecil kemudian membesar. Ia membayangkan betapa banyak susu yang kucing minum, betapa bulu-bulu halusnya ikut membesar, dan seterusnya. Anak pun akan berusaha menciptakan kreativitas di dalam otak untuk menciptakan imajinasi. Buku dengan gambar-gambar yang pasif akan mendukung berkembangnya imajinasi anak ini.
Singkat kata, amat banyak manfaat yang akan diterima oleh anak dengan mendengarkan dongeng, jangan tunda lagi, segeralah mendongeng untuk si buah hati. Berusahalah menjadi orangtua yang peduli dengan kebutuhan anak.
Baca Juga: Bukan Hanya Orang Dewasa Yang Suka Pilih-pilih, Anak Juga Lo!
Yuk Raih Manfaat dari Mendongeng
Selain merangsang imajinasi anak, dongeng juga memberikan manfaat berikut ini:
- Menjalin Hubungan Kelekatan
Saat mendongeng, ada jalinan komunikasi yang erat antara kita dengan anak. Lewat kata-kata, belaian, pelukan, pandangan penuh sayang, senyuman, ekspresi kepedulian, dan lainnya. Semua akan mempererat hubungan kita dengan anak. Anak akan merasa kita sangat memerhatikannya, menyayanginya, sehingga ia pun akan merasa lebih dekat dengan kita. Kedekatan anak dengan orangtua akan membuat anak jauh lebih nyaman, lebih aman, lebih bahagia sehingga menciptakan sebuah stituasi yang kondusif bagi perkembangan fisik maupun psikisnya. Dengan begitu, anak akan tumbuh dan berkembang jauh lebih baik.
- Memberi Pengetahuan Baru
Cerita-cerita di dalam dongeng mengandung banyak informasi baru bagi anak. Cerita tentang kera yang suka mencuri kelapa, misal, informasi baru yang diterima anak, antara lain bentuk nyata kera, perilaku kera, wajah kera yang unik, warna bulu kera, kemampuan kera yang bisa memanjat pohon, dan lainnya. Jika kita menggunakan buku bergambar, maka gambar-gambar yang ada di dalam buku seperti binatang, pepohonan, gedung, buah, dan lainnya memberi informasi baru bagi anak. Belum lagi dengan nama-nama binatang, buah, pohon, menjadi informasi tambahan buat anak.