SMARTPARENT.ID – Pada artikel sebelumnya kita sudah membahas mengenai bahaya menonton TV dan memakai gadget berlebihan pada anak serta gejalanya. Kali ini kita bahas mengenai bagaimana mengatur anak memakai gadget dan menonton tv agar tidak menimbulkan risiko. Yuk, simak uraiannya.
Kebanyakan orang tua mungkin sulit menghilangkan perangkat gadget dari kehidupan anak-anak. Gadget seperti bagian dari kehidupan di dunia modern. Yang dapat Anda lakukan adalah melindungi mata anak dengan mengajari mereka kebiasaan menatap layar yang sehat.
Terapkan Aturan 20-20-20-2
Karena fokus pada “tugas dekat” – seperti membaca, menulis atau menatap layar – meningkatkan kebutuhan pada sistem fokus mikroskopis mata, mata memerlukan istirahat untuk mengatur ulang sistem fokusnya.
Gunakan “aturan 20-20-20-2.” Selama melakukan tugas visual yang terkonsentrasi, dorong anak Anda untuk mengalihkan fokus setiap 20 menit, fokus pada sesuatu yang berjarak setidaknya 20 kaki selama 20 detik, dan berkedip 20 kali.
Baca Juga: 7 Manfaat Kesehatan Sinar Matahari untuk Bayi Baru Lahir
Hal ini memungkinkan mata untuk rileks dan kembali ke posisi alami dan pengaturan dasarnya. (Orang dewasa juga harus menggunakan trik ini!)
Anak-anak tidak selalu bisa menilai waktu dengan baik, terutama ketika mereka sedang asyik bermain atau menonton film, jadi pertimbangkan untuk menggunakan pengatur waktu untuk mendorong waktu istirahat tersebut.
Angka “2” terakhir adalah rekomendasi untuk bermain di luar ruangan selama dua jam setiap hari untuk merangsang perkembangan sistem fokus mata anak yang sehat dan menangkal rabun jauh.
Ukuran dan jarak layar
Semakin kecil dan dekat layarnya, semakin keras mata anak Anda harus bekerja untuk fokus pada layar tersebut. Jika memungkinkan, dorong anak Anda untuk bekerja di layar yang lebih besar, seperti laptop atau komputer desktop, daripada di layar ponsel yang kecil.
Baca Juga: Ragam Aktivitas Fisik untuk Anak dan Remaja, Seberapa Penting?
Malik menyarankan untuk menempatkan layar setidaknya sejauh satu lengan untuk meminimalkan ketegangan mata. Layar harus diposisikan sedemikian rupa sehingga anak Anda memandangnya sedikit ke bawah, bukan ke atas.