Baca Juga: 10 Tips Agar Anak Bisa Tidur Lebih Nyenyak di Malam Hari
Agar hal ini berhasil, sebenarnya anak Anda harus mengompol berulang kali agar otaknya bisa belajar bangun untuk buang air kecil. Artinya, Anda tidak boleh menggunakan strategi di atas saat menyalakan alarm.
Opsi ini sebaiknya menjadi pilihan terakhir mengingat waktu dan gangguan yang ditimbulkannya, namun penelitian menunjukkan bahwa, jika dilakukan dengan benar, ini adalah metode yang paling efektif untuk mengajar anak-anak agar tetap tenang. kering dalam jangka panjang.
Konsultasi Dokter
Anda juga dapat mendiskusikan penggunaan obat untuk berhenti mengompol dengan dokter anak Anda. Pengobatan bekerja dengan baik untuk beberapa anak, tetapi mereka sering kali mulai mengompol setelah berhenti. Obat-obatan mungkin merupakan ide bagus untuk digunakan secara strategis seperti saat tidur.
Baca Juga: Pola Makan Sehat Anak, Ini Kiat Memilih Menu Bergizi
Hubungi dokter anak jika:
Tiba-tiba mulai mengompol atau mengompol di siang hari setelah berhasil tidak mengompol setidaknya selama enam bulan, terutama jika tidak ada perubahan atau pemicu stres baru-baru ini.
Mendengkur keras atau jeda atau napas terengah-engah hampir setiap malam.
Keluhan rasa panas atau nyeri saat buang air kecil.
Llebih sering buang air kecil.
Apakah minum atau makan lebih banyak dari biasanya.
Mengalami pembengkakan pada kaki atau pergelangan kaki.***
Artikel Terkait
Waspadai 8 Tanda Anak Berisiko Mengidap Diabetes Tipe 1