Berkeringat diatur oleh bagian otak yang disebut hipotalamus. Bagian ini berfungsi seperti termostat dan merangsang keringat sebagai respons terhadap panas lingkungan yang berlebihan. Ia juga meminta tubuh untuk berhenti berkeringat saat tubuh dalam keadaan dingin.
Jika udara lingkungan tidak jenuh dengan air, keringat akan menguap dan mendinginkan permukaan tubuh.
Baca Juga: Cuaca Panas Ekstrem di Indonesia, Begini Kiat Menjaga Daya Tahan Tubuh
Penguapan 1,7 ml keringat akan mengkonsumsi energi panas sebesar 1 kkal. Paling banter, berkeringat bisa menghilangkan sekitar 600 kkal panas per jam.
Kurangnya keringat yang parah mungkin disebabkan oleh:
dehidrasi dan kekurangan air dalam tubuh
mengenakan kain yang tidak menyerap keringat dan pakaian ketat
Hal ini dapat menyebabkan peningkatan suhu inti tubuh karena tubuh gagal mendinginkan dirinya sendiri.
Jadi tidak hanya suhu lingkungan tetapi faktor lain seperti cuaca lembab dan aktivitas fisik juga dapat menyebabkan serangan panas.
Baca Juga: Waspadai Bahaya Efek Samping Obat Antibiotik, Begini Dampaknya
Jenis serangan panas
Heatstroke terdiri dari dua jenis, heatstroke klasik dan exertional.
sengatan panas klasik
Serangan panas klasik umumnya menyerang bayi dan bayi di bawah usia dua tahun, lansia, dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan jangka panjang seperti diabetes, penyakit jantung dan ginjal. Hal ini biasa terlihat selama gelombang panas dan cuaca panas.