Waspadai Dehidrasi Dampak Suhu Panas Ekstrem di Indonesia  

Photo Author
Hilman Hilmansyah, Smart Parent
- Minggu, 5 Mei 2024 | 06:31 WIB
Cuaca ekstrem menimbulkan risiko dehidrasi, bagaimana cara mengatasi dehidrasi ini. (Pexels/Cats Coming)
Cuaca ekstrem menimbulkan risiko dehidrasi, bagaimana cara mengatasi dehidrasi ini. (Pexels/Cats Coming)

 

 

SMARTPARENT.ID – Moms and Paps, hingga terakhir ini sebagian besar wilayah di Indonesia mengalami peningkatan suhu udara yang ekstrem. Cuaca terasa lebih panas lebih dari lima derajat selsius dari rata-rata biasanya. Alhasil, kondisi ini berisiko memicu terjadinya dehidrasi. Bagaimana mengatasi dehidrasi sebagai dampak dari suhu atau cuaca panas ekstrem di Indonesia?

Ap aitu dehidrasi?

Dilansir dari laman hopkinsmedicine.org, dehidrasi bisa menjadi masalah serius yang berhubungan dengan panas yang bisa berdampak fatal atau mengancam jiwa bila tak ditangani.  Selain karena faktor cuaca yang panas, dehidrasi juga merupakan efek samping yang berbahaya karena diare, muntah, dan demam. Anak-anak dan orang yang berusia di atas 60 tahun sangat rentan mengalami dehidrasi.

Apa penyebab dehidrasi?

Dalam kondisi normal, kita semua kehilangan air tubuh setiap hari melalui keringat, air mata, pernapasan, urin, dan tinja. Pada orang sehat, air ini digantikan dengan minum cairan dan mengonsumsi makanan yang mengandung air.

Dehidrasi selain karena demam, diare, atau muntah, dehidrasi terjadi, juga karena terkena sinar matahari dan kurang minum air. Hal ini disebabkan ketika tubuh kehilangan kandungan air dan garam penting tubuh, seperti natrium dan kalium.

Baca Juga: Cuaca Panas Ekstrem di Indonesia, Begini Kiat Menjaga Daya Tahan Tubuh

Terkadang, dehidrasi bisa disebabkan oleh obat-obatan, seperti diuretik. Ini menguras cairan dan elektrolit tubuh. Apapun penyebabnya, dehidrasi harus ditangani sesegera mungkin.

Apa saja gejala dehidrasi?

Berikut ini adalah gejala dehidrasi yang paling umum. Namun setiap individu mungkin mengalami gejala yang berbeda-beda. Gejala mungkin termasuk:

Haus

Buang air kecil yang lebih jarang

Halaman:

Editor: Hilman Hilmansyah

Sumber: Mayo Clinic

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X