news-n-trend

Menkes: Indonesia Terdampak Penghentian Bantuan Obat HIV oleh Trump, Siapkan Langkah Cepat

Jumat, 31 Januari 2025 | 21:40 WIB
Penanggulangan HIV AIDS di Indonesia (pexels/Anna Shvets)

SMARTPARENT.ID - Menkes Sebut Indonesia Terkena Imbas karena Trump Hentikan Batuan Obat HIV, Akui Segera Lakukan Langkah Ini

(NAMA MEDIA) - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyampaikan keprihatinan terhadap keputusan Amerika Serikat yang menangguhkan bantuan dana untuk penyediaan obat HIV di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Keputusan ini menimbulkan kekhawatiran terhadap upaya penanggulangan HIV di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Baca Juga: Belajar dari Kasus 13 siswa SMP Negeri 7 Mojokerto yang Terseret Ombak, Ini Mitos Rip Current yang Masih Dipercaya

Menurut laporan Reuters, berbagai mitra kerja dan penerima hibah dari Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) telah menerima pemberitahuan untuk segera menghentikan aktivitas mereka pada Selasa, 27 Januari 2025.

Langkah ini merupakan bagian dari kebijakan Presiden AS Donald Trump yang membekukan hibah, pinjaman, dan bantuan keuangan luar negeri selama tiga bulan ke depan.

Bahkan, Trump juga mengisyaratkan kemungkinan menarik AS dari WHO.

Sebagai penyumbang terbesar, AS memberikan sekitar seperlima dari total anggaran tahunan WHO yang mencapai 6,8 miliar dolar AS.

Baca Juga: Mendikdasmen Libatkan Sekolah Swasta dalam SPMB, Soroti Daya Tampung Sekolah Negeri

Meskipun kebijakan ini tidak berdampak langsung terhadap WHO di Indonesia, berbagai organisasi nonpemerintah yang bekerja di lapangan sudah mulai merasakan dampaknya.

WHO sendiri telah meminta pemerintah AS untuk memberikan "pengecualian" bagi program-program yang menyediakan obat antiretroviral (ARV).

Obat ini harus dikonsumsi setiap hari oleh penderita HIV guna menekan perkembangan virus dalam tubuh.

WHO juga menyoroti program Rencana Darurat Presiden AS untuk Penanggulangan AIDS (PEPFAR), yang mendukung upaya penanggulangan HIV di 50 negara, termasuk Indonesia.

Berdasarkan data WHO per akhir 2023, terdapat sekitar 39,9 juta orang di dunia yang hidup dengan HIV dan bergantung pada obat ARV.

Halaman:

Tags

Terkini