“Formula adalah yang terbaik yang bisa dibuat manusia hari ini, tapi tidak ada satu pun dari komponen ASI di atas yang bisa digantikan olehnya,” tulisnya lagi.
Komponen penting dalam ASI yang dimaksud tersebut adalah zat kekebalan tubuh dari ibu, bakteri baik untuk usus, dan sinyal pertumbuhan otak.
Baca Juga: Kronologi Longsor di Sijunjung Sumbar, Diduga jadi Lokasi Penambangan Emas Ilegal
IDAI lantas memberikan rekomendasi terkait kebijakan pembagian susu, yakni melakukan harmonisasi publik antara BGN dengan Kementerian Kesehatan, mengembalikan peruntukan susu formula sesuai rekomendasi dokter dan indikasi medis, serta memprioritaskan kemandirian pangan lokal.
Terakhir, adalah dengan melakukan telaah ulang dan sinkronisasi petunjuk teknis intervensi gizi nasional BGN agar sesuai dengan UU Kesehatan, Peraturan Pemerintah, pedoman standar gizi, dan WHO.
Baca Juga: Pentingkah untuk Menjaga Kesehatan Mental Karyawan di Tempat Kerja?
IDAI juga menyentil bahwa sudah dua kali mengingatkan BGN terkait kebijakan susu formula secara resmi dan berharap surat terbuka kali ini bisa digunakan untuk perbaikan kebijakan.
*