Mengaku Alami Trauma
Melalui unggahan di Instagram Story, ia menyinggung tentang trauma yang dialami pascakejadian tersebut.
“Buat jadi pelajaran, anything can happen to everybody. Let me heal my trauma,” ungkapnya.
Baca Juga: Gas Tertawa Disalahgunakan: Dari Alat Medis Aman Jadi Ancaman Serius
(Apapun bisa terjadi kepada siapa saja, biarkan saya menyembuhkan trauma saya)
KCI Commuter Telah Lakukan Mediasi
Peristiwa tersebut terjadi di KRL No 1388 relasi Jakarta Kota-Bogor pada Kamis, 23 April 2026 sekitar pukul 19.05 WIB.
Keributan bermula dari pengguna yang melakukan pelecehan kepada pengguna KRL lainnya saat area sensitifnya tersentuh.
Baca Juga: Review Buku Speaking English in Professional Situations Karya Yohanes Sanaha Purba
Menurut Manager Public Relations KAI Commuter, Leza, permasalahan tersebut kemudian diselesaikan di Pos Pengamanan Stasiun Pasar Minggu.
“Keduanya menyadari adanya kesalahpahaman posisi saat berada di dalam Commuter Line. Kedua pengguna tersebut juga menyampaikan permohonan maaf karena telah membuat kegaduhan dan ketidaknyamanan bagi pengguna Commuter Line lainnya,” kata Leza dalam keterangannya kepada awak media pada Jumat, 24 April 2026.
Warganet Menyoroti Sikap Orang Sekitar
Unggahan tersebut mendapat lebih dari 6.000 komentar dan tak sedikit yang menyoroti sikap penumpang lainnya.
Baca Juga: Marak Anak Terpapar Judi Online hingga Pornografi, KPAI: PP Tunas Jadi Benteng Baru Anak Indonesia
Warganet menyayangkan sikap yang justru diterima oleh terduga korban.