SMARTPARENT.ID – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) baru-baru ini menghentikan peredaran ilegal produk bernama Baby Whip, yaitu tabung berisi dinitrogen monoksida (N2O) yang disalahgunakan untuk mendapatkan sensasi euforia secara instan.
Lalu, apa sebenarnya nitrous oxide atau yang sering disebut gas tertawa?
Mengacu pada Cleveland Clinic, nitrous oxide adalah obat penenang yang bekerja cepat. Gas ini tidak berwarna, memiliki aroma agak manis, dan biasanya diberikan melalui masker yang dipasang di hidung atau wajah.
Sejak pertengahan abad ke-19, gas ini sudah digunakan oleh dokter dan dokter gigi sebagai sedasi ringan. Efeknya muncul cepat dan juga cepat hilang, sehingga cocok untuk tindakan medis singkat.
Fungsi dan cara kerja gas tertawa
Nitrous oxide bekerja dengan memperlambat sistem saraf, sehingga menimbulkan rasa rileks, tenang, dan kadang euforia ringan. Gas ini membantu mengurangi rasa cemas saat menjalani prosedur medis atau perawatan gigi.
Meski disebut “gas tertawa”, efeknya tidak selalu membuat orang tertawa. Respons setiap orang bisa berbeda. Dalam waktu sekitar 3–5 menit, seseorang bisa merasakan:
- Tubuh lebih santai
- Perasaan lebih ringan dan bahagia
- Sensasi geli atau kesemutan
- Sedikit pusing
- Tubuh terasa berat seperti tenggelam di kursi
Yang perlu dipahami, gas ini tidak membuat seseorang sepenuhnya tertidur. Pasien tetap sadar dan bisa merespons instruksi dokter.
Siapa yang sebaiknya tidak menggunakan?
Walau relatif aman, nitrous oxide tidak cocok untuk semua orang. Penggunaannya perlu dihindari atau dipertimbangkan ulang pada:
- Anak di bawah usia 2 tahun
- Orang dengan gangguan pernapasan seperti penyakit paru obstruktif kronis
- Kondisi hidung tersumbat
- Kekurangan vitamin B12
- Gangguan kejiwaan berat
Karena itu, konsultasi dengan tenaga medis tetap penting sebelum menggunakannya.
Apa yang terjadi saat prosedur?
Saat digunakan dalam tindakan medis, pasien akan diberikan masker untuk menghirup campuran nitrous oxide dan oksigen. Dosisnya diatur bertahap sampai efek yang diinginkan tercapai.
Biasanya, gas ini dikombinasikan dengan anestesi lokal karena hanya mengurangi rasa nyeri, bukan menghilangkannya sepenuhnya. Setelah prosedur selesai, pasien akan diminta menghirup oksigen murni hingga kondisi kembali normal, yang umumnya terjadi dalam 5–10 menit.