Pesawat milik Mission Aviation Fellowship (MAF) PK-MEC tipe Kodiak-100, jatuh di Danau Sentani, Papua dalam penerbangan dari Bandara Sentani menuju Mamit, Kabupaten Tolikara pada Selasa 12 Mei 2020 lalu.
Pesawat itu sempat hilang kontak setelah 2 menit take-off pada pukul 06.29 WIT. Pesawat kemudian ditemukan jatuh di tengah-tengah danau, di atas permukaan air dan tenggelam.
Kecelakaan ini menewaskan satu-satunya awak pesawat, yakni sang Pilot bernama Joyce Lin yang merupakan warga negara Amerika.
Korban ditemukan tewas dalam posisi duduk di kursi kemudi dengan tali pengaman (seat belt) yang masih terpasang.
Baca Juga: Berikan Penghormatan Terakhir Kepada Kucing, Kuburkan Secara Layak.
Jatuh di Pemukiman Warga Riau
Pesawat milik Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) berjenis BAE Hawk 209 jatuh di pemukiman warga di Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau pada Senin 15 Juni 2020 lalu.
Pesawat yang kembali dari latihan rutin kehilangan kekuatan dan jatuh pada pukul 08.13 WIB, sekitar 5 km dari titik pendaratan di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru.
Pilot pesawat itu, Lettu Pnb Apriyanto Ismail dari Skuadron 12, Lanud Rusmin Nuryadin, Pekanbaru selamat. Namun, kecelakaan itu mengakibatkan kerusakan berat pada pesawat serta menimpa dua rumah warga setempat yang sedang tidak berpenghuni.
Hilang Kontak di Kepulauan Seribu
Pesawat komersial Sriwijaya Air SJ 182 Boeing 737-500 dengan registrasi PK-CLC rute Jakarta-Pontianak jatuh di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki di wilayah perairan Kepulauan Seribu pada Selasa 9 Januari 2021 silam.
Baca Juga: Berapa Rata-rata Usia Kucing? Apa Tanda-tanda Ia akan Meninggal? Ini Penjelasannya
Pesawat sebelumnya sempat hilang kontak 10 menit setelah take-off pada pukul 14.40 WIB dan mengalami penurunan ketinggian secara drastis dalam waktu satu menit dari ketinggian 10.900 kaki hingga terakhir terdeteksi di ketinggian 250 kaki.
Pesawat Sriwijaya Air SJ182 mengangkut 62 orang penumpang termasuk kru kabin. Terdapat 57 orang dewasa, 5 anak-anak dan 1 bayi yang menjadi korban.
Hingga penutupan kasus pada 2 Maret 2021 lalu, tercatat 59 korban yang berhasil diidentifikasi.
Artikel Terkait
Korupsi? No Way. Ini Langkah yang Harus Dilakukan Supaya Anak Anti Korupsi
Perbandingan Vonis Harvey Moeis dan Rafael Alun dalam Kasus Korupsi, Adanya Kejanggalan dalam Keputusan Hakim
Kontroversi Mr Bert, Tudingan Ransomware di BRI dan Keamanan Perbankan yang Dibantah Pakar IT serta Menkomdigi
Bandingkan Kekayaan Harvey Moeis & Helena Lim, Koruptor PT Timah dengan Kerugian Negara Rp300 Triliun dan Gaya Hidup Mewah