Bandung Bondowoso berusaha memenuhi syarat dari Roro Jonggrang yang meminta seribu candi dalam semalam sebagai syarat pernikahan mereka.
Baca Juga: Mendidik Anak Tentang Keamanan Internet
Namun, Roro Jonggrang menipu dengan meminta bantuan para wanita desa untuk menabuh kentongan dan menimbulkan suara keramaian agar pekerjaan tersebut gagal.
Akibat perbuatannya, Bandung Bondowoso mengutuk Roro Jonggrang menjadi patung batu. Dongeng ini mengajarkan kecerdikan dan strategi dalam menghadapi masalah.
4. Kancil dan Buaya
Cerita ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan terkenal dengan kecerdikan si Kancil.
Baca Juga: Komunikasi Efektif dengan Anak di Era Digital
Dalam dongeng ini, Kancil harus menyeberangi sungai yang dipenuhi buaya.
Dengan akalnya, Kancil meminta buaya-buaya untuk mengumpulkan semua teman mereka sehingga dia bisa menghitung jumlah buaya sebelum melompat ke masing-masing buaya untuk menyeberang.
Cerita ini mengajarkan tentang kepintaran dalam menghadapi bahaya dan masalah.
5. Batu Menangis
Baca Juga: Mengasah Kreativitas Anak di Dunia Digital
Dongeng ini berasal dari Jawa Barat dan menceritakan tentang seorang gadis yang sangat mencintai seorang pemuda.
Namun, cinta mereka terhalang oleh perbedaan status sosial. Gadis itu menangis sepanjang malam karena kesedihannya, dan air matanya berubah menjadi sebuah batu besar yang masih ada hingga sekarang.
Dongeng ini mengajarkan kita tentang kesetiaan dan kesedihan yang bisa menghasilkan kenangan abadi.
Baca Juga: Mencegah Ketergantungan Gadget pada Anak
6. Sangkuriang
Sangkuriang adalah dongeng yang berasal dari Jawa Barat, yang menceritakan tentang seorang pemuda yang jatuh cinta pada seorang gadis, yang ternyata adalah ibunya sendiri.
Artikel Terkait
7 Manfaat Bila Anak Dibacakan Cerita Sebelum Tidur
Usia-4-6 Tahun, Anak Sudah Boleh Diajari Membaca. Ini Caranya
Membangun Kebiasaan Membaca di Tengah Teknologi Digital