Status Darurat Global Cacar Monyet Mpox, Begini SIkap WHO dan Respons di Indonesia

Photo Author
Hilman Hilmansyah, Smart Parent
- Sabtu, 24 Agustus 2024 | 11:47 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini menetapkan cacar monyet, atau yang dikenal sebagai Mpox, sebagai keadaan darurat global ( Ilustrasi: Pexels/Anna Shvets)
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini menetapkan cacar monyet, atau yang dikenal sebagai Mpox, sebagai keadaan darurat global ( Ilustrasi: Pexels/Anna Shvets)
  1. Kontak dengan Satwa Terinfeksi: Mpox dapat menyebar melalui kontak langsung dengan satwa liar yang terinfeksi, seperti monyet dan tikus, atau produk hewan dari satwa yang terinfeksi.
  2. Kontak Antar Manusia: Virus Mpox dapat menyebar melalui kontak langsung dengan lesi kulit atau cairan tubuh dari orang yang terinfeksi, serta benda-benda yang terkontaminasi virus.

Penyebaran: Penyebaran Mpox umumnya terjadi di daerah tropis dan sub-tropis di Afrika, namun dengan mobilitas global yang tinggi, wabah ini bisa menyebar ke negara lain. Penularan bisa terjadi melalui:

  • Kontak Fisik: Seperti bersentuhan langsung dengan lesi kulit atau cairan tubuh.
  • Udara: Meski jarang, penularan bisa terjadi melalui tetesan udara dari batuk atau bersin.

Pengobatan dan Pencegahan Mpox

Pengobatan: Saat ini, tidak ada pengobatan khusus untuk Mpox. Perawatan umumnya bersifat simptomatik, mencakup:

  • Perawatan Simptomatik: Obat pereda rasa sakit, antihistamin, dan krim untuk mengurangi gatal.
  • Obat Antivirus: Dalam kasus yang lebih serius, obat antivirus seperti tecovirimat dapat digunakan.
  • Dukungan Medis: Dukungan medis penting untuk mengelola gejala dan mencegah komplikasi.

Baca Juga: Mengenal Perkembangan Anak Usia Dini, Begini Tahapannya

Pencegahan:

  1. Vaksinasi: Vaksin cacar yang sebelumnya digunakan melawan cacar juga dapat memberikan perlindungan terhadap Mpox.
  2. Higiene dan Perlindungan: Menghindari kontak dengan satwa liar dan produk hewan yang terinfeksi. Menggunakan pelindung seperti masker dan sarung tangan saat berinteraksi dengan hewan terinfeksi.
  3. Pendidikan dan Kesadaran: Meningkatkan kesadaran mengenai gejala, cara penyebaran, dan langkah-langkah pencegahan dapat membantu mencegah penyebaran.

Respons Global dan Lokal terhadap Mpox

Respons Global: WHO dan organisasi kesehatan internasional telah berkoordinasi untuk memantau dan merespons wabah Mpox. Upaya ini mencakup:

  • Distribusi Vaksin: Mendistribusikan vaksin cacar untuk melindungi terhadap Mpox.
  • Penelitian dan Pengembangan: Mendukung penelitian untuk memahami virus lebih baik dan mengembangkan perawatan yang efektif.
  • Kampanye Edukasi: Melakukan kampanye pendidikan global untuk meningkatkan kesadaran tentang Mpox.

Baca Juga: Strategi Pengasuhan Anak di Zaman Digital, Begini Caranya!

Respons Lokal: Pemerintah dan otoritas kesehatan lokal berperan penting dalam mengendalikan wabah Mpox dengan langkah-langkah seperti:

  • Peningkatan Cakupan Vaksinasi: Upaya untuk meningkatkan cakupan vaksinasi di komunitas.
  • Pemantauan dan Deteksi: Meningkatkan kapasitas deteksi dini dan pemantauan kasus.
  • Penegakan Protokol Kesehatan: Implementasi protokol kesehatan yang ketat di area yang terpapar untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.

Mpox adalah penyakit menular yang mendapatkan perhatian global setelah status darurat diumumkan oleh WHO. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang gejala, penyebaran, dan langkah-langkah pencegahan, kita dapat bekerja sama untuk mengendalikan wabah ini dan melindungi kesehatan masyarakat.

Penting untuk mengikuti pedoman kesehatan, berpartisipasi dalam vaksinasi, dan meningkatkan kesadaran untuk mencegah penyebaran Mpox serta melindungi keluarga dan komunitas kita.***

 

Referensi:

  1. World Health Organization (WHO)
  2. Centers for Disease Control and Prevention (CDC)
  3. World Health Organization (WHO)
  4. Centers for Disease Control and Prevention (CDC)
  5. Mayo Clinic - Mpox (Monkeypox)
  6. European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC)

 

Halaman:

Editor: Hilman Hilmansyah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X