Viral Selebgram Chandrika Chika Ditangkap Kasus Narkoba, Begini Efek Ganja Bagi Kesehatan Tubuh

Photo Author
Hilman Hilmansyah, Smart Parent
- Rabu, 24 April 2024 | 09:06 WIB
Selebgram Chandrika Chika ditangkap karena kasus narkoba menggunakan ganja jenis liquid, waspadai efek ganja bagi kesehatan tubuh (Instagram/chndrika_)
Selebgram Chandrika Chika ditangkap karena kasus narkoba menggunakan ganja jenis liquid, waspadai efek ganja bagi kesehatan tubuh (Instagram/chndrika_)

 

SMARTPARENT.ID – Viral selebgram Chandrika Chika ditangkap karena kasus narkoba, memakai ganja jenis liquid. Sebenarnya apa dampak ganja terhadap kesehatan tubuh, terutama fungsi kognitif, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang?

Banyak penelitian menunjukkan bahwa ganja menyebabkan penurunan kognitif, terutama jika digunakan dalam jangka panjang, beberapa penelitian menunjukkan bahwa hal tersebut mungkin tidak terjadi. Namun demikian, parameter neuropsikologis tertentu ditemukan terpengaruh.

PENGARUH CANNABIS TERHADAP KOGNISI

Ganja adalah salah satu obat-obatan terlarang yang paling sering disalahgunakan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa hampir 3% populasi orang dewasa di dunia menyalahgunakan ganja, dan lebih banyak lagi orang yang melaporkan lebih jarang menggunakannya.

Remaja khususnya mengonsumsi ganja dalam jumlah tinggi, umumnya dimulai antara usia 12 dan 16 tahun. Ini merupakan faktor penting dari sudut pandang kejiwaan dan perkembangan. Penggunaan ganja merupakan pertimbangan penting mengingat dampak kesehatannya yang akut dan jangka panjang.

Baca Juga: Waspadai Gangguan Kecemasan pada Anak dan Dewasa , Bagaimana Gejalanya?

Senyawa aktif ganja yang disebut cannabidol memiliki 64 isomer aktif yang masing-masing memiliki efek berbeda terhadap kesehatan dan perilaku manusia. Hanya satu metabolit, tetrahydrocannabinol (THC), yang dilaporkan sebagai metabolit aktif yang responsif terhadap efeknya.

Penelitian menunjukkan bahwa hal ini menyebabkan ketergantungan fisik dan psikis, namun persepsi penarikan diri lemah karena eliminasinya yang lambat. Terdapat kepercayaan luas bahwa ganja tidak berpengaruh pada otak dan meskipun dampak psikologisnya cukup jelas, masyarakat pada umumnya tampaknya tidak yakin akan hal ini.

Ada banyak perdebatan tentang sifat ketergantungan ganja, karena dianggap tidak membuat ketagihan karena tidak adanya status penarikan. Anggapan ini juga terbukti salah.

Kesan umum yang didukung oleh banyak penelitian adalah bahwa ganja menyebabkan penurunan kognitif, terutama jika digunakan dalam jangka panjang. Mayoritas penelitian menunjukkan adanya penurunan kognitif yang signifikan pada pengguna ganja dibandingkan dengan non-penyalahguna dan kontrol yang sehat.

Sebuah laporan oleh Bartholomew dkk. menyarankan bahwa penggunaan ganja mempunyai efek merugikan pada kemampuan memori prospektif pada orang dewasa muda namun pengguna mungkin tidak menyadari kekurangan ini.

Baca Juga: Kejang Demam pada Anak, Begini Cara Mengatasinya

Ganja diketahui menghasilkan efek akut yang besar pada kognisi dan keterampilan visuomotor manusia. Banyak penelitian terbaru juga mengungkapkan efek jangka panjang pada kontrol okulomotor dasar, terutama setelah penggunaan kronis. Meski begitu, masih belum diketahui sejauh mana peran defisit ini dalam tugas sehari-hari yang sangat bergantung pada sistem sacade yang efisien, seperti membaca.

Ganja berdampak negatif pada kognisi; namun, literatur penelitian saat ini tidak memberikan bukti adanya efek jangka panjang yang signifikan akibat penggunaan ganja. Beberapa efek akut telah dicatat dan beberapa di antaranya menunjukkan konsekuensi negatif terhadap kesehatan mental.

Halaman:

Editor: Hilman Hilmansyah

Sumber: journals.lww.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X