BANDUNG, SMARTPARENT.ID - Sebuah video yang beredar di media sosial mengundang keprihatinan dan kegeraman warganet karena dianggap tidak menghargai guru.
Dalam video yang viral di berbagai platform media sosial, diduga sejumlah siswa SMA Negeri 1 Purwakarta sedang mengolok-olok salah satu gurunya.
Video singkat yang salah satunya diunggah oleh akun Insta @berandaviral.id tersebut memantik rasa geram warganet saat terlihat beberapa siswa mengacungkan jari tengahnya di belakang seorang guru berjilbab ungu.
Tak hanya itu, gestur terus juga dilakukan sambil tertawa dan menjulurkan lidah saat sang guru melewatinya.
Rekaman lain turut menunjukkan saat gurunya sedang makan, salah satu siswa seolah-olah sedang mengelus kepalanya, padahal menyentuh kepala orang yang lebih tua dianggap tidak sopan.
Akun Instagram SMAN 1 Purwakarta Diserbu Warganet
Mengintip akun Instagram resmi dari SMAN 1 Purwakarta, terlihat pihak sekolah telah menutup kolom komentar pada beberapa unggahan terbarunya.
Baca Juga: Jessica Iskandar Sempat Tumbang karena Hepatitis A, Alami Demam Tinggi Berhari-hari
Namun, warganet juga tak menyerah sampai di unggahan 23 Maret 2024 saat kolom komentar belum dimatikan.
Tampak beberapa komentar kemarahan warganet atas perilaku siswa yang kini viral di media sosial tersebut.
Beberapa di antaranya seperti, “Blacklist dari perusahaan sama perguruan tinggi!” tulis akun @koi****e
Baca Juga: Park Jeong-min Perankan Mata-Mata dari Korea Utara di Film Humint, Aktingnya Tidak Diragukan Lagi
“Miris, seorang pendidik malahan nggak dihargai sedikit pun,” tulis akun @sil***a
Artikel Terkait
16 Mahasiswa FH UI Terduga Pelaku Pelecehan Menghadiri Persidangan Internal, Massa Desak Pelaku Ditampilkan hingga Nyaris Ricuh
Polsek Pasar Minggu Diduga Sepelekan Laporan Temuan Nenek Hilang di Jaksel, Propam Akhirnya Ikut Terlibat
Dari Kasus FH UI ke Luka Psikologis: Memahami Dampak Trauma Seksual Jangka Panjang
Jessica Iskandar Sempat Tumbang karena Hepatitis A, Alami Demam Tinggi Berhari-hari
3 BBM Nonsubsidi Alami Kenaikan Harga hingga Rp9.400 per Liter, Pertamina dan Kementerian ESDM Ungkap Alasannya