Selain pemasaran daring, pasangan ini juga membuka lapak di sejumlah lokasi, termasuk kawasan car free day di Kota Semarang.
Strategi pemasaran juga menjadi sorotan dalam diskusi tersebut. Agi Sugiyanto, pemilik PT Tradisi untuk Semesta, mengungkapkan pentingnya pemasaran terbatas untuk melindungi produk dari pemalsuan.
Menurutnya, produk yang tengah naik daun kerap menjadi sasaran penjiplakan. “Produk yang booming biasanya cepat dipalsukan.
Baca Juga: DNIKS Gelar Nonton Bareng Film Teman Tegar Maira, Wujud Nyata Ruang Inklusif bagi Difabel
Karena itu kami membatasi pemasaran lewat marketplace, digital marketing, dan telemarketing,” ujar Agi.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa promosi melalui media sosial tetap efektif dan relevan di tengah perubahan perilaku konsumen.
Diskusi ini memberikan penegasan bahwa minuman tradisional tidak hanya berperan sebagai penunjang kesehatan selama Ramadan, tetapi juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui inovasi produk dan strategi pemasaran yang tepat.
Artikel Terkait
Apa Saja Obat Batuk Pilek Alami yang Cocok untuk Anak?
Sediakan Obat Darurat: Cara Efektif Cegah Risiko Alergi Makanan pada Anak
Apakah Obat Pencahar Aman untuk Mengatasi Sembelit pada Anak Usia 1 hingga 3 Tahun?
Menkes: Indonesia Terdampak Penghentian Bantuan Obat HIV oleh Trump, Siapkan Langkah Cepat
TEMOO Raih Penghargaan Nasional, Jamu Anak Modern yang Atasi GTM Kini Diakui Secara Resmi