Para peneliti percaya bahwa peningkatan ini mungkin disebabkan oleh perubahan cara seseorang bergerak melalui tahap-tahap tidur dan praktik teknik mental yang mengurangi pikiran-pikiran yang mengganggu tidur.
Baca Juga: Minuman Berenergi, Amankah Dikonsumsi? Kenali Efeknya Bagi Tubuh
Untuk memaksimalkan manfaat potensial, mungkin ada gunanya menggunakan meditasi bersamaan dengan kebiasaan tidur sehat lainnya, seperti menjaga waktu tidur teratur dan menjaga lingkungan tidur tetap sejuk, gelap, dan tenang.
Bagaimana Bermeditasi?
Ada banyak jenis meditasi, dan masing-masing memiliki praktik spesifiknya sendiri. Namun, sebagian besar gaya meditasi memiliki beberapa konsep yang sama.
- Konsentrasi:
Meditasi biasanya meminta seseorang untuk fokus pada objek tertentu, frasa yang diulang, atau pernapasannya. Saat mereka fokus, mereka tetap menerima pemikiran apa pun yang mungkin muncul, namun melakukan yang terbaik untuk mengarahkan perhatian mereka kembali ke objek fokus dengan cara yang tidak menghakimi.
- Lingkungan yang tenang:
Mengurangi gangguan dari luar dapat membantu seseorang yang sedang bermeditasi memasuki keadaan pikiran yang tenang.
Baca Juga: Pijat Aromaterapi, Solusi Mengatasi Stres dan Sulit Tidur
- Pernapasan dalam:
Bernapas dengan tenang dan terkendali selama meditasi dapat meningkatkan relaksasi. Orang biasanya diinstruksikan untuk berkonsentrasi menggunakan otot diafragma yang terletak di bawah paru-paru daripada menggunakan otot dada.
- Posisi yang nyaman:
Meditasi dapat dilakukan sambil duduk, tetapi juga dapat dilakukan sambil berdiri, berjalan, berbaring, atau dengan postur dan gerakan tertentu.
Contoh Meditasi untuk Tidur
Mungkin diperlukan latihan untuk menguasai seni bersantai dan membiarkan pikiran tenang. Cara yang baik untuk memulai adalah dengan latihan meditasi sederhana yang melibatkan latihan pernapasan untuk tidur.
- Matikan lampu dan notifikasi telepon, atur termostat ke suhu yang nyaman, dan duduk tegak di kursi dengan kaki di lantai atau berbaring dengan nyaman di tempat tidur menghadap ke atas. Letakkan satu tangan di dada, tangan lainnya di bagian tengah tubuh.
- Tarik napas perlahan melalui hidung. Tangan di bagian tengah tubuh harus terangkat, sedangkan tangan di dada harus diam. Ini disebut pernapasan diafragma.
- Buang napas perlahan. Ulangi 10 napas yang tenang dan terkontrol, selalu pastikan untuk menggunakan diafragma, bukan otot dada.
- Jernihkan pikiran Anda dan fokus pada pernapasan. Usahakan untuk tidak cemas jika muncul pikiran negatif. Akui mereka, lalu biarkan mereka pergi dan kembali ke tempat yang damai.
Apakah Meditasi Memiliki Risiko?
Meskipun meditasi untuk tidur tidak menimbulkan risiko bagi kebanyakan orang, sebagian kecil orang mungkin mengalami ketidaknyamanan mental, terutama mereka yang memiliki kondisi kesehatan mental, kecanduan, atau riwayat trauma yang sudah ada sebelumnya. Kemungkinan risiko yang terkait dengan meditasi meliputi:
- Kualitas tidur yang lebih buruk
- Nyeri otot
- Disorientasi atau kebingungan
- Perasaan negatif seperti sedih, cemas, atau marah
- Meningkatnya kesadaran akan ketakutan atau kualitas negatif diri sendiri
- Pikiran yang mengganggu
- Takut kehilangan kendali
Orang yang pernah mengalami gangguan kecemasan atau panik, terutama yang pernah mengalami hiperventilasi, harus berhati-hati saat mencoba bernapas dalam-dalam. Dalam beberapa kasus, teknik relaksasi bisa memicu kecemasan atau serangan panik.