Jika kondisi ini terdeteksi selama kehamilan, dokter dapat melakukan beberapa tindakan untuk mengurangi risiko komplikasi, seperti:
Baca Juga: Kapan Detak Jantung Janin Mulai Terdengar?
- Imunisasi Anti-D (RhoGAM)
Pada ibu dengan golongan darah Rh-negatif, pemberian suntikan RhoGAM pada kehamilan pertama dan kedua dapat membantu mencegah tubuh ibu memproduksi antibodi terhadap sel darah merah Rh-positif janin.
Ini sangat penting untuk kehamilan-kehamilan berikutnya.
- Pemantauan Ketat
Jika janin didiagnosis dengan erythroblastosis fetalis, pemantauan rutin melalui USG untuk mengecek tanda-tanda anemia atau pembesaran organ sangat penting.
Baca Juga: Ciri-Ciri Hamil Muda Sebelum Telat Menstruasi
- Transfusi Darah Intrauterin
Dalam beberapa kasus, transfusi darah langsung ke janin dalam rahim dapat dilakukan untuk mengatasi anemia berat dan mengurangi risiko kerusakan organ.
- Induksi Persalinan Dini
Jika kondisi bayi semakin memburuk, dokter dapat memutuskan untuk melahirkan bayi lebih awal, meskipun kehamilan belum mencapai usia yang optimal.
Setelah bayi lahir, pengobatan akan berfokus pada pengelolaan anemia dan bilirubin yang tinggi, yang dapat meliputi:
Baca Juga: Tanda Hamil Tanpa Disertai Mual, Ini yang Perlu Diketahui
- Fototerapi (terapi cahaya)
Untuk mengurangi kadar bilirubin dalam darah bayi.
- Transfusi darah