SMARTPARENT.ID - Erythroblastosis fetalis adalah suatu kondisi langka yang terjadi pada bayi yang baru lahir akibat ketidaksesuaian golongan darah antara ibu dan janin.
Kondisi ini seringkali berhubungan dengan konflik rhesus (Rh), terutama pada pasangan yang memiliki golongan darah yang tidak cocok, seperti ibu dengan golongan darah Rh-negatif dan ayah dengan golongan darah Rh-positif.
Erythroblastosis fetalis dapat menyebabkan gangguan serius pada bayi, termasuk anemia berat, pembesaran hati dan limpa, serta kemungkinan kematian.
Meskipun demikian, dengan deteksi dini dan perawatan yang tepat, banyak kasus erythroblastosis fetalis dapat dikelola dengan baik.
Penyebab Erythroblastosis Fetalis
Erythroblastosis fetalis terjadi ketika ada ketidaksesuaian golongan darah antara ibu dan janin.
Ketidaksesuaian ini paling sering terkait dengan faktor Rh, yaitu suatu protein yang terdapat di permukaan sel darah merah.
Baca Juga: PrimaKu, Inovasi Parenting Berbasis Teknologi untuk Masa Depan Anak Indonesia
Ada dua tipe golongan darah Rh: Rh-positif (Rh+) dan Rh-negatif (Rh-).
Masalah utama muncul jika seorang ibu memiliki golongan darah Rh-negatif dan ayahnya memiliki golongan darah Rh-positif.
Jika bayi yang dikandung mewarisi faktor Rh-positif dari ayah, maka tubuh ibu yang Rh-negatif menganggap sel darah merah janin sebagai benda asing dan mulai memproduksi antibodi untuk menyerang sel-sel darah merah bayi.
Baca Juga: Menerapkan Stoikisme dalam Berkeluarga, Mungkinkah?
Proses ini menyebabkan hemolisis (pemecahan sel darah merah), yang dapat mengakibatkan anemia pada bayi, serta peningkatan produksi sel darah merah yang belum matang (eritroblas), yang memberi nama kondisi ini sebagai erythroblastosis fetalis.
Gejala Erythroblastosis Fetalis pada Bayi
Pada bayi yang lahir dengan erythroblastosis fetalis, gejala dapat bervariasi tergantung pada tingkat keparahan penyakit ini. Beberapa gejala yang dapat muncul antara lain:
1. Anemia
Bayi dapat menunjukkan tanda-tanda kekurangan sel darah merah, seperti pucat dan kelelahan.
Baca Juga: Pengaruh NPD (Narcissistic Personality Disorder) pada Cara Parenting
2. Ikterus (penurunan kadar bilirubin)