Baca Juga: Momen Seru Bersama Keluarga di Timezone Emporium Pluit Mall yang Kini Lebih Luas dan Lengkap
Dengan memberikan dukungan pernapasan yang cukup, CPAP dapat mengurangi risiko komplikasi pernapasan jangka panjang pada bayi prematur, seperti bronkopulmoner displasia (BPD) atau penyakit paru-paru yang disebabkan oleh ventilasi mekanik yang lama.
Jenis-Jenis CPAP untuk Bayi
1. Nasal CPAP (NCPAP)
Ini adalah jenis CPAP yang paling umum digunakan pada bayi.
Alat ini menggunakan selang kecil yang mengalirkan udara bertekanan melalui kanul hidung yang dimasukkan ke dalam hidung bayi.
Baca Juga: Dari Keluarga Kecil hingga Mendunia, Kisah Perjalanan Startup Teknologi Indonesia, Ravelware
NCPAP cocok untuk bayi yang membutuhkan tekanan positif ringan dan tidak memerlukan ventilasi mekanik.
2. Ventilator yang Dilengkapi CPAP
Dalam beberapa kasus, bayi yang memerlukan ventilasi mekanik juga dapat menggunakan CPAP.
Alat ini biasanya digunakan untuk bayi yang mengalami gangguan pernapasan yang lebih parah.
Baca Juga: SEMPVRNA Clinic, Perawatan Estetika Terjangkau untuk Wajah dan Hair Removal dengan Teknologi Terkini
Efek Samping dan Tantangan Penggunaan CPAP
1. Iritasi pada Hidung atau Wajah
Penggunaan masker atau kanul hidung dapat menyebabkan iritasi pada kulit wajah atau hidung bayi jika tidak dipasang dengan benar.
2. Tertular Infeksi
Karena CPAP melibatkan alat yang terhubung langsung dengan saluran pernapasan bayi, ada risiko infeksi jika alat tidak dijaga kebersihannya dengan baik.