CPAP pada Bayi dan Penggunaannya dalam Perawatan Kesehatan Neonatal

Photo Author
Agnia Qurota Ayun, Smart Parent
- Selasa, 10 Desember 2024 | 17:44 WIB
CPAP pada bayi (Freepik/prostooleh)
CPAP pada bayi (Freepik/prostooleh)

Baca Juga: Momen Seru Bersama Keluarga di Timezone Emporium Pluit Mall yang Kini Lebih Luas dan Lengkap

Dengan memberikan dukungan pernapasan yang cukup, CPAP dapat mengurangi risiko komplikasi pernapasan jangka panjang pada bayi prematur, seperti bronkopulmoner displasia (BPD) atau penyakit paru-paru yang disebabkan oleh ventilasi mekanik yang lama.

Jenis-Jenis CPAP untuk Bayi

1. Nasal CPAP (NCPAP)

Ini adalah jenis CPAP yang paling umum digunakan pada bayi.

Alat ini menggunakan selang kecil yang mengalirkan udara bertekanan melalui kanul hidung yang dimasukkan ke dalam hidung bayi.

Baca Juga: Dari Keluarga Kecil hingga Mendunia, Kisah Perjalanan Startup Teknologi Indonesia, Ravelware

NCPAP cocok untuk bayi yang membutuhkan tekanan positif ringan dan tidak memerlukan ventilasi mekanik.

2. Ventilator yang Dilengkapi CPAP

Dalam beberapa kasus, bayi yang memerlukan ventilasi mekanik juga dapat menggunakan CPAP.

Alat ini biasanya digunakan untuk bayi yang mengalami gangguan pernapasan yang lebih parah.

Baca Juga: SEMPVRNA Clinic, Perawatan Estetika Terjangkau untuk Wajah dan Hair Removal dengan Teknologi Terkini

Efek Samping dan Tantangan Penggunaan CPAP

1. Iritasi pada Hidung atau Wajah

Penggunaan masker atau kanul hidung dapat menyebabkan iritasi pada kulit wajah atau hidung bayi jika tidak dipasang dengan benar.

2. Tertular Infeksi

Karena CPAP melibatkan alat yang terhubung langsung dengan saluran pernapasan bayi, ada risiko infeksi jika alat tidak dijaga kebersihannya dengan baik.

Halaman:

Editor: Agnia Qurota Ayun

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tips Menghadapi Baby Blues Syndrome

Kamis, 14 Agustus 2025 | 08:08 WIB

Apakah Perlu Birth Plan? Ini Penjelasannya

Senin, 4 Agustus 2025 | 13:27 WIB

Terpopuler

X