Dari Keluarga Kecil hingga Mendunia, Kisah Perjalanan Startup Teknologi Indonesia, Ravelware

Photo Author
Saeful Imam, Smart Parent
- Minggu, 8 Desember 2024 | 13:12 WIB
Inovasi Anak Bangsa yang Menginspirasi Generasi Muda Indonesia (Ravelware)
Inovasi Anak Bangsa yang Menginspirasi Generasi Muda Indonesia (Ravelware)

SMARTPARENT.ID - Dunia inovasi teknologi Indonesia mencatat sejarah baru! PT Ravelware Technology Indonesia menjadi satu-satunya (dan juga yang pertama) startup deep technology asli Indonesia yang berhasil menembus Top-100 Entrepreneurship World Cup (EWC) 2024.

Entrepreneurship World Cup merupakan salah satu kompetisi tahunan startup teknologi global terbesar yang mencakup kategori inovasi paling luas. EWC kali ini diikuti lebih dari 16.400 startup dari 151 negara.

Seluruh peserta melewati serangkaian proses penyaringan ketat selama enam bulan hingga akhirnya mencapai daftar finalis Top-100 dalam acara puncak pitch competition di Riyadh, Arab Saudi, 5-9 November lalu. Di momen tersebut, Ravelware menjadi wakil tunggal Indonesia yang dengan bangga mengibarkan bendera Merah Putih.

Baca Juga: SEMPVRNA Clinic, Perawatan Estetika Terjangkau untuk Wajah dan Hair Removal dengan Teknologi Terkini

Kisah Ravelware Technology dimulai sejak delapan tahun lalu, dari sebuah visi besar untuk membawa Indonesia menjadi bangsa yang mandiri secara teknologi.

Berawal dari tim kecil yang terus berkomitmen pada pengembangan solusi otomatisasi cerdas berbasis Internet of Things (IoT) khususnya kustomisas Industrial IoT untuk manufaktur di Indonesia untuk meningkatkan produktivitas dan mempermudah adaptasi pengguna digitalisasi sektor manufaktur dan rantai pasok Ravelware kini telah tumbuh menjadi perusahaan deep technology Indonesia dengan dukungan riset dan pengembangan internal yang kuat, dan kapabilitas lengkap mencakup teknis hardware, software, kecerdasan buatan dan pemanfaatan teknologi nanomaterial untuk solusi teknologi 4.0 yang komprehensif, efisien dan berkelanjutan, serta sudah mendapat pengakuan global.

Awal Mula dan Perjalanan Ravelware

Berdiri di tahun 2016, Ravelware lahir dari keresahan akan minimnya solusi teknologi yang benar-benar cocok dan memahami kebutuhan ekosistem industri lokal.

Baca Juga: Cerita Patricia Gouw Sebagai New Mom Gunakan Tropee Bebe Eyebrow Serum : 'Manfaatnya Luar Biasa'

Karena itu tim Ravelware selalu konsisten sejak memulai perjalanan dengan mengembangkan solusi teknologi 4.0 yang dapat beradaptasi mudah menyesuaikan keunikan setiap proses di masing-masing manufaktur, dan berfokus pada hasil yang membawa perubahan nyata dalam perbaikan proses yang lebih efisien dan produktif, serta tidak semata-mata memberikan solusi digitalisasi yang mengurangi pekerjaan manusia.

Ravelware dari yang awalnya menyediakan IoT solution di Indonesia berbasis hardware pintar seperti smart lighting, smart machinery/utilities monitoring untuk perusahaan kecil dan menengah, terus berevolusi dengan cakupan layanan yang lebih luas sebagai ‘one-stop automation solution service’ melalui integrasi peran intelligent system yang mencakup hardware dan software untuk manufaktur besar hingga pabrikan Jepang ternama diantaranya Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Denso Indonesia, Isuzu Astra Motor Indonesia, Komatsu Indonesia, Musashi Auto Parts, Musashi Paint, Bridgestone Indonesia, Indonesia Nippon-Seiki, UTC Aerospace, Polytama, Haleyora Power, dsb. Tidak berhenti disitu, Ravelware kemudian juga mengoptimalisasi potensi dan peran teknologi graphene dalam efektifitas solusi yang diberikan.

Solusi Industry 4.0 Unggulan

Intelligent Monitoring System (IMS) merupakan produk Industry 4.0 solution di Indonesia yang merupakan produk andalan Ravelware dengan pendekatan kustomisasi ERP dan optimalisasi peran RFID, sensor dan artificial intelligence untuk pengambilan dan pengolahan data secara akurat dan otomatis sehingga mampu menampilkan analisa insight yang real-time dan prediktif (predictive maintenance).

Manfaat IMS telah dirasakan oleh lebih dari 60-an perusahaan yang mencakup 200 lebih proyek digitalisasi dan otomatisasi, serta melibatkan 45.000 lebih perangkat IoT terkoneksi melalui tampilan dashboard yang intuitif untuk pengambilan keputusan yang cepat dan tepat.

Halaman:

Editor: Saeful Imam

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tips Menghadapi Baby Blues Syndrome

Kamis, 14 Agustus 2025 | 08:08 WIB

Apakah Perlu Birth Plan? Ini Penjelasannya

Senin, 4 Agustus 2025 | 13:27 WIB

Terpopuler

X