Tahap Perkembangan Anak Usia 23 Bulan, Kenali Tandanya

Photo Author
Hilman Hilmansyah, Smart Parent
- Kamis, 26 Desember 2024 | 22:57 WIB
Perkembangan anak usia 23 bulan adalah masa yang penuh dengan tantangan sekaligus keajaiban. Sebagai ibu muda, Anda memiliki kesempatan besar untuk mendukung tumbuh kembang si kecil melalui stimulasi, (Unsplash+)
Perkembangan anak usia 23 bulan adalah masa yang penuh dengan tantangan sekaligus keajaiban. Sebagai ibu muda, Anda memiliki kesempatan besar untuk mendukung tumbuh kembang si kecil melalui stimulasi, (Unsplash+)

SMARTPARENT.ID - Anak usia 23 bulan berada di ambang memasuki usia 2 tahun, yang sering disebut sebagai "terrible twos". Namun, fase ini juga penuh dengan perkembangan yang menakjubkan. Bagi ibu muda, memahami tahap perkembangan ini sangat penting untuk memberikan dukungan terbaik bagi si kecil. Artikel ini akan membahas tanda-tanda perkembangan fisik, kognitif, emosional, dan sosial anak usia 23 bulan serta cara mendukung mereka agar tumbuh optimal.

Perkembangan Fisik Anak Usia 23 Bulan

Pada usia ini, kemampuan motorik anak terus meningkat pesat. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. Motorik Kasar
    • Anak sudah semakin lincah berjalan dan berlari, bahkan mencoba berlari lebih cepat.
    • Mereka mampu memanjat tangga dengan bantuan dan kadang mulai mencoba turun tanpa bantuan.
    • Aktivitas seperti melompat di tempat atau menendang bola mulai terlihat.
  2. Motorik Halus
    • Anak dapat memegang pensil atau krayon dengan lebih mantap untuk menggambar atau mencoret-coret.
    • Mereka mampu menyusun balok menjadi menara tinggi, biasanya hingga 8-10 balok.
    • Anak mulai belajar menggunakan sendok dan garpu dengan lebih baik meskipun masih sering tumpah.
  3. Koordinasi Tubuh
    • Kemampuan menggenggam benda dan melakukan dua aktivitas secara bersamaan (misalnya memegang mainan sambil berjalan) semakin terampil.

Baca Juga: Tahap Perkembangan Anak Usia 22 Bulan, Kenali Tandanya

Perkembangan Kognitif Anak Usia 23 Bulan

Kognisi anak usia ini berkembang pesat karena rasa ingin tahu mereka semakin tinggi:

  1. Rasa Penasaran
    • Anak suka mengeksplorasi benda-benda baru di sekitar mereka. Mereka mungkin mencoba membuka tutup botol, menggeser kursi, atau memainkan benda yang tidak biasa.
  2. Kemampuan Memecahkan Masalah
    • Mereka mulai memahami hubungan sebab-akibat lebih baik, seperti mendorong mobil mainan agar bergerak atau mencoba memasukkan balok ke lubang yang sesuai bentuknya.
  3. Memori yang Lebih Baik
    • Anak dapat mengingat nama-nama anggota keluarga, mainan favorit, atau lokasi benda yang sering digunakan.
    • Mereka mulai mengenali rutinitas harian, seperti waktu makan atau tidur.
  4. Mengikuti Instruksi
    • Anak mampu memahami instruksi sederhana dua langkah, seperti “Tolong ambil mainan itu dan taruh di meja.”

Perkembangan Bahasa Anak Usia 23 Bulan

Perkembangan bahasa menjadi salah satu aspek paling menonjol pada usia ini:

  1. Meningkatnya Kosa Kata
    • Anak memiliki lebih dari 200 kata dalam kosa katanya dan mulai merangkai 2-3 kata menjadi kalimat sederhana, seperti “Mau susu lagi” atau “Papa pulang kerja.”
  2. Kemampuan Memahami Bahasa
    • Anak memahami lebih banyak kata daripada yang bisa mereka ucapkan. Mereka mengerti nama-nama benda, warna, atau anggota keluarga.
  3. Meniru Kata
    • Mereka gemar meniru kata-kata baru yang didengar, baik dari orang tua maupun media seperti lagu anak-anak.
  4. Kemampuan Bertanya
    • Anak mulai sering bertanya dengan kalimat sederhana, seperti “Apa ini?” atau “Mana Mama?”

Baca Juga: Tahap Perkembangan Anak Usia 20 Bulan, Kenali Tandanya

Perkembangan Sosial dan Emosional Anak Usia 23 Bulan

Kemampuan sosial dan emosional anak juga mengalami perkembangan yang signifikan:

  1. Kesadaran Diri yang Meningkat
    • Anak mulai mengenali dirinya sebagai individu. Mereka mungkin menggunakan nama mereka sendiri atau kata “aku” saat berbicara.
  2. Ekspresi Emosi
    • Mereka mampu menunjukkan emosi yang lebih kompleks, seperti rasa malu, bangga, atau cemburu.
    • Anak mulai memahami konsep empati, misalnya mencoba menghibur teman yang sedang menangis.
  3. Keinginan untuk Mandiri
    • Anak sering mengatakan “Aku bisa sendiri” saat melakukan sesuatu, seperti makan, memakai baju, atau mengambil mainan.
    • Sikap ini dapat menyebabkan frustrasi jika mereka merasa tidak berhasil, yang sering memicu tantrum.
  4. Interaksi dengan Anak Lain
    • Anak mulai tertarik bermain dengan anak lain, meskipun permainan masih bersifat paralel (bermain di dekat anak lain tanpa benar-benar bekerja sama).

Tanda-Tanda Perkembangan yang Perlu Diwaspadai

Setiap anak berkembang dengan kecepatan berbeda, namun beberapa tanda berikut bisa menjadi alasan untuk berkonsultasi dengan dokter anak:

  1. Anak belum bisa berjalan dengan stabil atau sering terjatuh.
  2. Tidak tertarik pada interaksi sosial, seperti tidak merespons saat diajak bermain.
  3. Kosakata sangat terbatas, kurang dari 50 kata.
  4. Tidak menunjukkan rasa ingin tahu terhadap lingkungan sekitar.

Baca Juga: Tahap Perkembangan Anak Usia 18 Bulan, Kenali Tandanya

Halaman:

Editor: Hilman Hilmansyah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Tips Menghadapi Baby Blues Syndrome

Kamis, 14 Agustus 2025 | 08:08 WIB

Apakah Perlu Birth Plan? Ini Penjelasannya

Senin, 4 Agustus 2025 | 13:27 WIB
X