Statistik dari National Library of Medicine mencatat bahwa angka kejadian kanker ovarium pada anak di bawah satu tahun hanya 0,43 dari 100.000 kasus.
Angka tersebut meningkat seiring bertambahnya usia, dengan tingkat kejadian tertinggi pada perempuan berusia 35 tahun ke atas.
Sebagian besar kasus tumor ovarium pada anak-anak biasanya bersifat jinak atau non-kanker.
Tumor jinak di ovarium, yang juga dikenal sebagai kista, lebih umum terjadi pada bayi perempuan daripada tumor yang ganas atau bersifat kanker.
Baca Juga: Apakah Ibu Hamil Boleh Makan Jengkol?
Laporan dari De Gruyter pada 2001 menyebutkan bahwa tumor ovarium pada anak-anak balita, terutama di bawah usia dua tahun, cenderung berbentuk kista dan bukan kanker.
Namun, dalam kasus Daneen, yang masih berusia 19 bulan, tumor yang ditemukan ternyata bersifat ganas dan telah menyebar ke luar panggul, menyebabkan kondisi stadium lanjut.
Penyebab Kanker Ovarium pada Bayi
Pada kasus-kasus langka seperti yang dialami Daneen, faktor genetik sering kali menjadi penyebab utama.
Kelainan genetik BRCA1 dan BRCA2, yang terkait dengan peningkatan risiko kanker ovarium pada orang dewasa, juga bisa muncul pada anak yang lahir dengan mutasi genetik tersebut.
Anak perempuan yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker ovarium, terutama ibu atau saudara perempuan yang pernah didiagnosis penyakit ini, juga memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit serupa.
Baca Juga: Panduan Menyiapkan Perjalanan Udara Bersama Anak Balita
Selain faktor genetik, beberapa faktor lingkungan dapat turut berperan.
Menurut Cancer Research UK, anak yang terpapar lingkungan dengan perokok, atau tinggal di sekitar bangunan yang menggunakan material asbes, memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker jenis ini.
Faktor gaya hidup seperti obesitas dan kondisi medis tertentu, misalnya diabetes, juga dapat meningkatkan risiko.
Artikel Terkait
Berapakah Idealnya Tinggi Badan Bayi Berusia 3 Bulan?
Bisakah Bayi Terkena Eksim? Lalu, Apa Saja Tandanya?
Hadiah untuk Bayi Baru Lahir, Pilihan yang Tepat untuk Menyambut Kehadiran si Kecil
Perkembangan Motorik Bayi, Dari Tengkurap hingga Berdiri
Kenapa Bayi Sering Terbangun Malam-malam? Kenali Pola Tidur Bayi
Nafas Bayi Berbunyi Grok Grok, Ternyata ini Sebabnya