SMARTPARENT.ID - Campak disebabkan oleh virus morbillivirus dan ditularkan melalui tetesan pernapasan dari orang yang terinfeksi.
Virus ini sangat menular, dengan tingkat penularan yang tinggi di antara individu yang tidak divaksinasi.
Gejala Campak
Gejala campak biasanya muncul 10-14 hari setelah terpapar virus dan dapat meliputi:
Baca Juga: Komitmen Kalbe Morinaga Terhadap Keamanan dan Mutu Produk Tertinggi untuk Anak Indonesia
1. Demam Tinggi: Biasanya dimulai sekitar 40°C.
2. Batuk: Batuk kering yang berkembang seiring berjalannya waktu.
3. Hidung Tersumbat dan Pilek: Mirip dengan gejala flu.
Baca Juga: Waspada Kekerasan pada Anak dan Dampaknya, Panduan Lengkap untuk Orang Tua
4. Mata Merah (Konjungtivitis): Mata menjadi merah dan sensitif terhadap cahaya.
5. Ruam: Ruam campak muncul sekitar 3-5 hari setelah demam mulai. Ruam ini biasanya dimulai dari wajah dan menyebar ke seluruh tubuh.
Komplikasi
Komplikasi dari campak dapat serius dan termasuk:
Baca Juga: Manfaat Jalan Kaki ke Sekolah, Ini yang Harus Diperhatikan
- Pneumonia
- Ensefalitis (radang otak)
- Infeksi telinga
- Diare
Bayi yang belum divaksinasi atau yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi ini.
Pencegahan
Pencegahan utama untuk campak adalah vaksinasi. Vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) direkomendasikan untuk diberikan kepada anak-anak sebagai berikut:
Baca Juga: Attack Batik & Delicate Care, Inovasi Canggih dari Jepang Detergen Khusus untuk Merawat dan Melestarikan Batik Khas Indonesia
- Dosis Pertama: 12-15 bulan
- Dosis Kedua: 4-6 tahun
Orang tua juga disarankan untuk:
- Memastikan semua anggota keluarga yang berada di sekitar bayi sudah divaksinasi.
- Menghindari keramaian atau tempat dengan risiko penularan tinggi jika ada wabah campak.
Penanganan
Jika bayi menunjukkan gejala campak, langkah pertama adalah menghubungi dokter. Penanganan campak biasanya bersifat suportif dan mungkin termasuk:
Baca Juga: Manfaat dan Tantangan Pola Makan Vegetarian untuk Anak
- Mengurangi Demam: Dengan menggunakan obat penurun demam yang sesuai untuk bayi.
- Menyediakan Cairan yang Cukup: Untuk mencegah dehidrasi.
- Istirahat yang Cukup: Membantu proses penyembuhan.
Baca Juga: Manfaat dan Tantangan Pola Makan Vegetarian untuk Anak
Dalam kasus komplikasi, perawatan medis lebih lanjut mungkin diperlukan.
Artikel Terkait
Bahaya Ruam Popok pada Bayi dan Cara Mengatasinya
Eksim pada Anak, Begini Cara Tepat Mengobati Penyakit Kulit Ini
Hindari Iritasi dan Ruam pada Bayi dengan Pemakaian Pospak yang Benar