SMARTPARENT.ID Karena tak mau repot kita memutuskan memakaikan pospak pada bayi. Dari pagi sampai siang, sore sampai sore, bahkan sampai malam. Bayi tidak diberikan kesempatan untuk bebas bergerak tanpa pospak. Setelah pospak penuh atau bayi BAB, diganti dengan yang baru, begitu seterusnya. Memang, tindakan ini seringkali berhasil karena si bayi lebih merasa nyaman dan tidak sering rewel. Tidurnya pun lebih nyaman tanpa harus diganggu dengan celananya yang basah.
Namun pertanyaannya, apakah tindakan Moms ini sudah tepat? Sebenarnya, hak setiap orang tua untuk mencari kemudahan dalam masalah perawatan bayinya, termasuk dalam penggunaan pospak. Namun, Moms perlu menyadari bahwa pospak adalah produk yang didesain untuk melindungi air seni bayi atau tinja agar tidak keluar atau bocor. Nah, bahan yang tidak bocor ini tidak memiliki pori-pori sehingga membuat kulit tidak bisa bebas bernafas. Padahal, kulit butuh bernafas karena salah satu fungsinya adalah untuk penguapan atau membuang sisa-sisa metabolisme di dalam tubuh yang tidak terpakai. Kalau tertutup terus menerus maka proses penguapan terganggu sehingga membuat kulit lembab dan muncul iritasi. Apalagi pada anak yang berbakat atopik hal ini bisa menimbulkan iritasi yang cukup hebat.
Baca Juga: Moms, Yuk Kenali Gejala Dehidrasi Pada Bayi (1)
Mengenai kebutuhan kulit untuk bernafas, sangat relatif pada setiap bayi. Kalau kulitnya sangat sensitif mungkin kebutuhan untuk bernafas jauh lebih banyak dari pada anak normal. Tetapi sangat baik kalau kita memberikan sebanyak mungkin kebebasan pada kulit bayi untuk bebas bernafas agar pertumbuhan kulitnya lebih sehat.
Memang, pada saat ini sulit bagi kita untuk menghindari penggunaan pospak. Ketika ingin mengajak bayi pergi atau supaya tidak sebentar-sebentar terganggu, kita butuh pospak agar pakaian bayi tetap bersih dan air seninya tidak bocor kemana-mana. Namun demikian hal ini, bukan menjadi alasan kalau kita boleh memakaikan pospak sepanjang hari. Tetapi pemakaiaan perlu diatur dengan bijaksana. Masalah pengaturan ini, diserahkan kepada Moms. Mungkin ketika akan pergi, setelah mandi pagi atau mandi sore dimana kita ingin mengajaknya jalan-jalan, boleh saja kita memakaikan pospak. Yang penting, berikan sesekali waktu kepada kulit bayi untuk bebas dari pospak sehingga bisa bernafas dengan baik.
Perhatikan Kualitas Pospak
Pospak saat ini sudah dibuat sedemikian rupa agar aman dan nyaman digunakan bayi. Di dalam pospak ada satu bahan semacam gel yang akan menangkap urin. Bila urin sudah berada di dalam gel maka tidak bisa keluar lagi. Hal ini akan mengurangi dampak negatif penggunaannya. Namun, demi keamanan kulit bayi, sangat baik bila kita memperhatikan beberapa tips berikut ini.
- Daya Tampung Pospak
Penting memperhatikan daya tampung pospak karena hal ini dapat kita jadikan acuan kapan kira-kira pospak perlu diganti. Pospak yang beredar di pasaran kan beragam jenis ada yang tahan sampai sepuluh kali si bayi kencing, tapi ada juga yang hanya tahan lima kali kencing. Nah kalau kita menyamaratakan, semuanya tahan hingga sepuluh kali kencing atau hingga 4 jam misalnya, mungkin kita terlambat mengganti padahal mungkin pospak sudah penuh dan harus diganti satu jam yang lalu karena sudah tidak bisa menampung urin bayi. Bila demikian mungkin saja hal ini akan menimbulkan iritasi. Pada prinsipnya jangan sampai air kencing melebihi daya tampung pospak.
Kita juga perlu memperhatikan volume kencing bayi. Ada bayi yang volume kencingnya sedikit sehingga pemakaiannya pun bisa lebih lama, tetapi ada juga bayi yang volume kencingnya sangat banyak. Hal ini perlu diperhatikan agar kita bisa mengontrol penggantian pospak, misalnya bila aturan yang tertera hingga sepuluh kali kencing mungkin pada bayi yang volume kencingnya banyak kita bisa perkirakan hingga delapan kali kencing.
- BAB Langsung Ganti
Khusus untuk buang air besar (BAB), maka pospak harus segera diganti. Pasalnya tinja tidak bisa masuk ke dalam gel yang ada di lapisan pospak dan sifatnya pun sangatan iritan buat kulit bayi. Biasanya, ketika BAB banyak bayi yang menunjukkan kegelisahannya, mengangkat-angkat pantat misalnya. Hal membuat kita mudah menerka kalau si bayi mungkin sudah BAB. Tetapi pada beberapa bayi dia sama sekali tidak menunjukkan kegelisahannya, sehingga perlu tindakan dari kita untuk sering-sering memeriksa pospak, terutama pada waktu-waktu dimana bayi biasanya BAB.
- Tetap Dicuci
Pospak tidak berfungsi membersihkan urine tetapi hanya menampung. Sisa-sisa urin tetap menempel di kulit bayi. Nah selagi pospak dilepas atau diganti maka selangkangan dan kemaluan bayi perlu dicuci dengan air bersih agar nantinya tidak muncul iritasi.