SMARTPARENT.ID ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi. Namun setelah ASI eksklusif selesai diberikan selama 6 bulan, bayi perlu diberikan makanan tambahan disebut makanan pendamping ASI (MPASI). Pasalnya, dengan bertambahnya usia, bertambah pula kebutuhan zat-zat gizi. MPASI ini dapat diberikan sampai anak berusia 24 bulan di mana setelah itu anak tidak diberikan ASI lagi.
Selain sebagai pendamping, pemberian MPASI juga merupakan persiapan peralihan dari ASI ke makanan keluarga. MPASI bisa diberikan setelah bayi berusia 6 bulan karena di usia ini kapasitas pencernaan, enzim pencernaan, dan kemampuan metabolismenya sudah siap untuk menerima makanan selain ASI. Sekaligus mengenalkan tekstur dan rasa agar bayi memiliki memori yang memudahkan dia mengonsumsi aneka bahan makanan bergizi. Misalnya anak yang sedari bayi kenal sayuran, umumnya sampai besar akan suka sayuran. Kesulitan pemberian makan pun lebih jarang terjadi karena anak sudah terbiasa dengan beragam bahan makanan sejak dini.
Baca Juga: Moms, Bayi Bisa Kena Hernia Lo! Begini Cara Mendeteksinya
Pemberian MPASI Tepat, Asupan Gizi Maksimal
Dalam beberapa penelitian ditemukan banyak bayi yang mengalami kurang gizi karena kesalahan pemberian MPASI. Waktu yang tidak tepat, pengolahan makanan yang kurang pas, bahan-bahan yang kurang bergizi, dan sebagainya. Kesalahan ini mungkin disebabkan ketidakpahaman ibu terhadap kebutuhan gizi anak dan keengganan untuk mengatasi permasalahan yang muncul.
Mereka berpikir ketika anak sudah diberi ASI maka kebutuhan gizinya sudah terkaver atau ketika anak mengalami sulit makan maka orangtua tidak tangguh menanganinya. Padahal seharusnya anak mendapat asupan gizi yang seimbang dan bila ada permasalahan yang terjadi maka kita harus segera mengatasinya dengan cara-cara tertentu seperti pendekatan yang lebih komunikatif kepada anak.
Hal yang perlu diperhatikan saat memberikan MPASI adalah pemberian dilakukan bertahap, waktu pemberiannya, frekuensi porsi, pemilihan bahan makanan, cara pembuatan dan cara pemberiannya. Disamping itu perlu pula memperhatikan cara penyimpanan atau pemberian di kala anak sedang sakit.
Berikut adalah aturan pemberian MPASI yang dilakukan bertahap sesuai usia yang terbagi dalam tiga tahapan, usia 6-9 bulan.
Di usia ini pemberian ASI harus tetap diteruskan namun perlu ditambah dengan makanan lain. Di usia ini alat cerna bayi sudah semakin kuat sehingga perlu diperkenalkan dengan makanan lumat, seperti bubur nasi dan nasi tim. Untuk usia 6 bulan awali pemberian dengan yang encer dan sedikit-sedikit. Seiring pertambahan usia kita bisa mengentalkan dan memperbanyak porsinya.
Agar nilai gizi lebih tinggi dan beragam, nasi tim bisa ditambah dengan sayur-sayuran. Bisa juga ditambah sedikit sumber zat lemak seperti santan atau minyak kelapa/margarin untuk menambah kalori makanan bayi. Campuran ini dapat pula melezatkan makanan dan mempertinggi penyerapan vitamin A dan zat gizi lain yang larut dalam lemak.
Takaran pemberian setiap kali makan pun harus diperhatikan. Misalnya; usia 6 bulan berikan 6 sendok makan, usia 7 bulan berikan 7 sendok makan, usia 8 bulan berikan 8 sendok makan, usia 9 bulan berikan 9 sendok makan. Bila kemudian bayi meminta lagi kita dapat menambahnya sendiri.
Baca Juga: Hindari Baby Walker, Lebih Baik Ajari Anak Jalan Dengan Alami
Aturan pemberian ASI dan MPASI bisa kita lakukan sebagai berikut.
* Setelah Bangun Tidur dan Mandi