Hindari Baby Walker, Lebih Baik Ajari Anak Jalan Dengan Alami

Photo Author
Irfan Hasuki, Smart Parent
- Selasa, 25 Juni 2024 | 22:42 WIB
Bayi Menggunakan Baby Walker (jimmy-conover/unsplash.)
Bayi Menggunakan Baby Walker (jimmy-conover/unsplash.)

Biarkan Anak Belajar Jalan Secara Alami

Terbiasa dengan baby walker terkadang bisa menimbulkan kelemahan pada otot-otot tungkai ataupun angkle kakinya. Nah, ketika diajarkan berjalan anak cenderung jatuh yang akhirnya sering membuatnya trauma dan tidak mau mencoba melakukannya lagi sehingga kemampuan berjalannya pun menjadi lebih lambat.

Pada kasus tingginya angka kecelakaan misalnya, selain disebabkan oleh perilaku anak suka bereksplorasi juga disebabkan oleh komposisi roda yang tidak mendukung keamanan, komposisi rangka yang kurang kokoh, atau bentuknya yang membuat anak rentan jatuh. Untuk meminimalisir dampak tersebut lalu dilakukan modifikasi dengan teknologi baru yang tingkat keamanannya yang lebih terjamin.

Tentu, model baby walker yang kurang aman harus ditinggalkan dan beralih ke yang baru. Sayangnya, baby walker yang beredar di Indonesia banyak baby walker yang diciptakan bertahun-tahun lalu yang sudah ditinggalkan di negara asalnya. Akhirnya, kecelakaan pada bayi yang sudah dialami berberapa tahun lalu di Amerika Serikat kini baru dialami masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Moms, Yuk Kenali Gejala Dehidrasi Pada Bayi (1)

Lewat berbagai penelitian pun, anak lebih baik belajar berjalan secara alami karena dapat melatih 100 persen serabut motorik otot, mulai otot betis, paha, maupun pinggul. Bila keseluruhan serabut otot dilatih maka anak bisa berjalan dengan lebih baik. Lebih baik lagi ajak anak berenang yang akan membuat semua otot tubuh bergerak dari otot kaki, lengan, leher, semuanya bergerak.

Untuk itulah, banyak ahli menganjurkan agar hindari menggunakan baby walker untuk mengajari anak berjalan. Biarkan anak belajar berjalan dengan cara yang alami, meskipun dia jatuh bangun anggaplah hal ini sebagai pelajaran dan pengalaman anak sendiri. Selain itu, dengan bertelanjang kaki dapat melatih jari-jari kaki anak lebih terkoordinasi.

Dari sisi psikologis sebenarnya baby walker justru mengurangi keinginan anak untuk bisa berjalan dengan kedua kakinya sendiri karena adanya alternatif yang lebih mudah, yaitu berkelana dengan baby walker. Memang, banyak orang tua salah kaprah, baby walker dianggapnya bisa membantu anak bisa berjalan. Justru hal inilah yang secar psikologis akan membuat anak malas untuk belajar berjalan sendiri karena terbiasa dibantu oleh alat dan anak sudah keburu merasa enak bisa bergerak ke mana pun tanpa harus susah payah menjejakkan kakinya. Dengan alasan inilah akhirnya para ahli kesehatan maupun psikologi anak umumnya berpendapat, baby walker tak terlalu bagus karena bakal menghambat kematangan fisik anak. 

Halaman:

Editor: Irfan Hasuki

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Tips Menghadapi Baby Blues Syndrome

Kamis, 14 Agustus 2025 | 08:08 WIB

Apakah Perlu Birth Plan? Ini Penjelasannya

Senin, 4 Agustus 2025 | 13:27 WIB
X