Kategori Sedang
- Berat Badan Turun
Bila BB bayi turun semakin banyak, 5-10 persen, mungkin gejala dehidrasinya sudah meningkat ke taraf sedang.
- Ubun-ubun Cekung
Yang sering menjadi patokan untuk melihat apakah bayi mengalami dehidrasi atau tidak adalah dengan melihat ubun-ubunnya. Bila terlihat cekung, padahal sebelumnya normal-normal saja dan saat itu bayi sedang diare, mungkin dia sedang mengalami dehidrasi.
- Jarang Kencing
Umumnya, bayi memiliki frekuensi kencing yang cukup banyak, yakni di atas 3 cc/kg BB setiap jamnya. Namun pada bayi yang mengalami dehidrasi dia akan jarang mengeluarkan air seni, bilapun kencing air seni yang keluar sangat sedikit dan berwarna gelap.
- Mata Cekung
Kekurangan cairan pun bisa membuat mata bayi tampak cekung dan seakan terbenam.
- Lemas dan Mengantuk
Tak hanya orang dewasa yang merasa lemas ketika haus, bayi pun demikian. Dia akan sering merasa lemas bahkan mengantuk ketika mulai mengalami dehidrasi. Namun karena bayi tidak bisa mengungkapkannya seringkali hal ini ditunjukkan dengan perilakunya yang sering tidur. Bilapun terbangun dia hanya tergolek di tempat tidur tanpa aktivitas yang berarti.
- Kulit Pucat dan Tidak Elastis
Cairan juga berfungsi untuk melembabkan kulit. Bila sangat kurang maka selain tampak kering kulit pun akan terlihat pucat. Untuk lebih jelasnya apakah bayi sedang mengalami dehidrasi atau tidak cobalah untuk mencubit kulitnya secara perlahan. Pada bayi yang positif mengalami dehidrasi kulitnya tidak cepat kembali normal karena kulit menjati tidak elastis dan kekenyalan tubuh berkurang.
- Demam
Umumnya, orang dewasa yang mengalami gejala dehidrasi suhu tubuhnya meningkat. Pada bayi pun demikian, suhunya bisa meningkat hingga sekitar 38 derajat celcius karena prosentase jumlah cairan yang dibutuhkan tidak mencukupi.